BeritaMUINasionalNews

Sekjen MUI Ajak Perkuat Pradaban Bangsa Lewat Sanlat Ramadhan Pramuka  

49

Jakarta, panjimas – Bangsa yang maju karena konsisten menjalan nilai-nilai luhur bangsa. Nilai luhur bangsa yang berakar dari budaya yang tumbuh di masyarakat dan dirumuskan dalam Pancasila, meliputi nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan (musyawarah), dan Keadilan Sosial.

Hal ini disampaikan Sekjen MUI, Buya Amirsyah Tambunan usai memberikan sambutan acara pembukaan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan oleh Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) MUI, Sabtu (7/3/26) di Gedung Diklat BBPVP – Kemnaker RI.

Lebih lanjut Buya Amirsyah mengatakan bahwa nilai-nilai Pramukaan erat kaitannya dengan penguatan visi dan misi MUI untuk membentuk masyarakat terbaik ( khairu ummah) untuk membentuk kepribadian bangsa seperti: gotong royong, toleransi, santun, ramah tamah, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Sebagai aktivis pramuka tahun 1970 an hingga saat ini dirinya masih merasakan nilai nilai utama Pramuka Indonesia sejalan dengan nilai yang di tanaman MUI yakni tertuang dalam 10 Dasa Darma Pramuka.

Pertama, pedoman moral dan Tri Satya (3 janji kesetiaan), yang menekankan pada pembentukan karakter, ketaqwaan kepada Allah, cinta alam, kasih sayang sesama, patriotisme, disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian.

Nilai-nilai ini menjadi landasan moral dan pedoman perilaku anggota Pramuka. Oleh karena itu buya Amirsyah mengatakan bahwa bahwa saat ini bangsa Indonesia tengah membutuhkan kader bangsa yang tangguh dalam menghadapi AGHT (Ancaman, Gangguan, Hambatan dan Tantangan) di tengah ketidakpastian dunia.

“Oleh karena itu salah satu fungsi MUI sebagai mitra pemerintah (shodiqul ummah) terus konsisten memperkuat kedaulatan bangsa. Bangsa yang berdaulat sangat di tentukan kuatnya pradaban bangsa,” ujar Buya Amirsyah kepada Panjimas.

Peradaban asal kata “adab” proses penguatan adab atau karakter masyarakat yang kompleks, ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, organisasi sosial, dan tata kota dari kebudayaan yang halus dan maju, yang mencakup hasil karya manusia baik fisik maupun non-fisik untuk memperbaiki kualitas hidup yang lebih bermartabat.

Hadir Wakil Menteri Agama Republik Indonesia. Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum, Sekretaris jenderal Kementrian ketenagakerjaan, kak Dr. Cris kuntadi. Mayjen. TNI. Purn. Dr. Bachtiar Utomo, S.I.P., M.A.P( Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka), Ketua MUI Bidang Kaderissi Prof.Dr. Faisol bin Madi, Prof Armai Arief wakil sekjen MUI , Ketua KPK Dr. Kartini, M.Pd

Exit mobile version