Presiden Prabowo ingin anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan jangan ada yang terkena stunting atau mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangannya akibat dari kekurangan gizi kronis.
Untuk itu supaya anak-anak dapat terhindar dari stunting maka kita harus memperhatikan asupan gizi bagi sang anak tidak hanya saat anak tersebut bersekolah di SD sampai dengan SLTA tapi yang lebih penting lagi diperhatikan ketika sang anak berada dalam kandungan hingga berusia 2-3 tahun bersama ibunya.
Jadi untuk menghindari anak-anak supaya tidak terkena stunting yang harus diperhatikan tidak hanya asupan gizi bagi sang anak saja tapi juga bagi ibunya sendiri terutama pada masa sang ibu mengandung dan menyusui anaknya.
Untuk itu asupan gizi bagi ibu-ibu yang sedang hamil dan menyusui harus mendapat perhatian karena hal demikian sangat berpengaruh kepada pertumbuhan dan perkembangan janin dan bayinya.
Bahkan setelah melahirkan sang ibu harus dapat memberikan Air Susu Ibu (ASI) ekslusif kepada sang anak. ASI eksklusif ini sangat penting karena dia mengandung nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan bayi, membantu meningkatkan sistem imun bayi dan untuk mengurangi resiko infeksi yang bisa memperburuk status gizi dari sang anak.
Setelah masa 6 bulan berlalu sang anak selain mendapatkan ASI juga harus bisa mendapatkan makanan pendamping ASI yang seimbang.
Oleh karena itu seorang ibu hamil dan menyusui bagi menghindari anaknya dari terkena stunting disarankan untuk dapat mengkonsumsi makanan bergizi seperti ikan,daging, telor, sayuran dan buah-buahan.
Hal inilah yang tidak bisa dipenuhi oleh ibu-ibu hamil dan menyusui terutama dari keluarga miskin. Disinilah kita melihat relevansi mengapa para pendiri bangsa ini ketika merumuskan UUD 1945 di dalam pasal 34 mencantumkan kata-kata fakir miskin anak terlantar dipelihara oleh negara.
Hal ini dilakukan agar mereka-mereka yang miskin tersebut terutama ibu-ibu yang sedang hamil dan menyusui dapat memenuhi asupan gizinya sehingga dia dapat memberikan nutrisi kepada janin dan anaknya dengan baik.
Sehingga janin dan anaknya bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang memiliki kemampuan kognitif dan fisik yang baik sehingga nanti dia tidak akan menjadi beban bagi keluarga dan negaranya karena dia akan bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang produktif dan berkualitas dan itulah yang kita harapkan.
Anwar Abbas
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan
Wakil Ketua Umum MUI
