BeritaKemenagNasionalNews

Afirmasi Kebijakan Keagamaan, Kemenag Dukung Penguatan Data Nasional

47

Jakarta, panjimas — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan kesiapan Kementerian Agama mendukung penguatan data nasional dengan memanfaatkan jaringan kelembagaan hingga tingkat kecamatan sebagai basis pengumpulan data bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Hal tersebut diungkapkannya dalam acara Silaturahmi, Konsolidasi, dan Halal Bihalal Badan Pusat Statistik (BPS) se-Indonesia.

Dikatakan Menag, Kementerian Agama memiliki infrastruktur luas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kerja statistik nasional.

“Kami menyiapkan institusi kami, kantor-kantor kami, dengan payung kerja sama ke depan. Kami memiliki kantor di setiap kecamatan, yaitu Kantor Urusan Agama, yang bisa dimanfaatkan oleh BPS. Kami juga memiliki sekolah, pesantren, dan madrasah yang dapat digunakan, termasuk kantor dan tenaga-tenaganya. Semua itu bisa dimanfaatkan untuk mendukung pengumpulan data,” ujar Menag Nasaruddin, Selasa (31/3/2026).

Menag menilai kolaborasi antara Kementerian Agama dan BPS menjadi penting untuk memastikan ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi. Dukungan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kebijakan berbasis data. “Di setiap data pasti ada amanah. Pemegang amanah itu harus jujur dalam memegang data tersebut. Karena itu, Kementerian Agama dan BPS tidak boleh berjauhan. Maka perlu dilakukan penyeragaman data,” kata Menag.

Menurut Menag, data menjadi fondasi utama dalam mendorong perubahan kebijakan yang lebih terarah dan tepat sasaran. “Tanpa data, kita mau berbuat apa? Tidak ada transformasi tanpa informasi. Sumber informasi itu adalah statistik. Maka data itu sangat berharga dan menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya.

Menag juga mengatakan masih terbatasnya kesadaran statistik di berbagai sektor, termasuk keagamaan. Hal ini dinilai menjadi tantangan dalam mendorong penguatan kebijakan berbasis data. “Salah satu kelemahan kita dalam bidang keagamaan adalah belum adanya kesadaran statistik. Jujur saya sampaikan. Di berbagai organisasi keagamaan, hal ini masih belum merata. Padahal, sumber yang paling valid bukan apa kata orang, tetapi apa kata angka,” pungkasnya.

Turut hadir dalam giat ini Kepala BPS Amalia Adininggar, Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo, Wakil Menteri kebudayaan Giring Ganesha, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, dan para jajaran BPS.

Exit mobile version