BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Jadikan Silaturahmi Kunci Kekuatan, Bukan Sekadar Rapat Formal

88

Ponorogo, panjimas – Pimpinan cabang dan ranting Muhammadiyah, diminta supaya tidak hanya bertemu ketika rapat, sebab pertemuan non-formal di luar rapat juga sangat penting.

Seruan itu disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Jamaluddin Ahmad pada Ahad (29/3) di Ponorogo, Jawa Timur.

“Saya selaku LPCRPM mengajak pada teman-teman LPCR se-Indonesia dan cabang ranting jangan hanya ketemu ketika rapat, tapi bertemulah sering-sering bertemulah di luar rapat namanya silaturahim,” katanya.

Di era yang serba digital, termasuk ruang-ruang pertemuan yang didigitalisasi, menurut Jamal pertemuan fisik bagi pengurus Muhammadiyah di cabang dan ranting penting diadakan untuk merawat kebersamaan dan memupuk rasa memiliki.

Melihat kenyataan generasi sekarang, mereka memiliki dunia yang semakin personal – kehadiran fisik tidak lagi dianggap penting. Bahkan satu orang seringkali abai terhadap kehadiran orang lain disekelilingnya.

Sebagai seorang yang berlatar belakang psikologi, Jamal menjelaskan, pertemuan atau silaturahmi itu penting selain untuk saling menguatkan persaudaraan, ternyata juga akan melahirkan kebahagiaan.

Jamal menekankan, jangan jaringan Muhammadiyah di cabang dan ranting itu kering akibat jarangnya pertemuan fisik. Maka jangan sampai pertemuan terjadi hanya pada saat rapat, tapi harus diperbanyak acara non-formal.

“Kedekatan atau kohesivitas yang terbangun karena sering ngobrol itu jauh lebih besar, dibanding perkaderan-perkaderan formal,” ungkapnya.

Penguatan jaringan melalui silaturahmi ini juga dilakukan oleh Kiai Ahmad Dahlan, seperti ketika melakukan kunjungan ke Surabaya. Di sana tidak hanya bertablig, tapi juga membangun jejaring lewat silaturahmi dengan tokoh seperti HOS Cokro, Mas Mansyur, dan lain-lain

Exit mobile version