BeritaKemenagMuhammadiyah

Pengajian Silaturahmi Idulfitri 1447 H PDM Garut, Prof Hilman Latief Tekankan Dakwah di Semua Lini

49

Garut, panjimas – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut menggelar Pengajian Silaturahmi Ba’da Idulfitri 1447 Hijriah dengan tema pemberdayaan ekonomi umat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Ahad (29/3/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, serta dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat Yadi Janwari, dan Ketua PDM Garut Agus Rohmat Nugraha.

Pengajian ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan silaturahmi warga Muhammadiyah di tingkat daerah, dengan fokus pada pengembangan dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat.

Ketua PDM Garut, Agus Rohmat Nugraha, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan organisasi yang akan berlanjut hingga tingkat cabang dan organisasi otonom di wilayah Kabupaten Garut.

“Kegiatan hari ini adalah pengajian pembinaan silaturahmi Ba’da Idul Fitri untuk anggota pimpinan dan simpatisan Muhammadiyah. Ini kegiatan tingkat daerah, dan insya Allah akan ditindaklanjuti oleh pimpinan cabang dan ortom,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran pimpinan pusat Muhammadiyah dapat menjadi dorongan baru bagi penguatan peran organisasi dalam bidang keumatan dan kebangsaan.

“Semoga ini menjadi spirit untuk meningkatkan kekhidmatan kita dalam mengelola urusan keumatan dan kebangsaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga memaparkan sejumlah rencana strategis Muhammadiyah Garut, di antaranya pengembangan layanan kesehatan melalui pembangunan rumah sakit Muhammadiyah, peningkatan status lembaga pendidikan tinggi menjadi universitas, serta rencana pembangunan pesantren bertaraf internasional.

Saat ini, PDM Garut baru memiliki dua klinik, yakni Klinik Darul Arqam di Garut Kota dan satu klinik lain di bawah pengelolaan pimpinan cabang. Ke depan, layanan kesehatan direncanakan diperluas ke wilayah Garut Utara, Garut Selatan, dan pusat kota.

“Kita tidak hanya berhenti di klinik, tetapi ke depan harus mengarah pada hadirnya rumah sakit Muhammadiyah. Tipe apapun, yang penting kita mulai,” tegasnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief menekankan pentingnya menjaga semangat dakwah dalam setiap aspek kehidupan, termasuk di bidang profesional dan ekonomi.

“Posisi apapun, jabatan apapun, jangan hilang semangat dakwahnya. Ajak kepada kebaikan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan konsep Islam Berkemajuan yang menjadi landasan gerakan Muhammadiyah, yakni melalui empat pilar utama: dakwah, tajdid (pembaruan), ilmu, dan amal.

Menurutnya, dakwah ekonomi atau tijaroh menjadi bagian penting dalam penguatan umat, dengan menekankan prinsip kejujuran, keadilan, dan kemaslahatan.

Pengajian ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi Muhammadiyah Garut dalam mengembangkan pendekatan dakwah yang lebih luas, tidak hanya berbasis ceramah, tetapi juga melalui penguatan sektor ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

“Kita mencoba sesuatu yang baru, seperti dakwah ekonomi melalui badan usaha milik Muhammadiyah, serta penguatan sektor kesehatan,” pungkas Agus

Exit mobile version