Jakarta, panjimas – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak kembali menegaskan kesiapan pemerintah dalam menyelenggarakan ibadah haji 2026/1447 Hijriah.
Penegasan itu disampaikan Dahnil usai menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Haji 2026 di Asrama Haji Banten, Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat (10/4/2026) malam.
Rakernas tersebut dihadiri para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji dari seluruh Indonesia.
“Walaupun tentu ada beberapa kekurangan, tapi untuk musim haji 2026 kita sepenuhnya 100 persen siap,” kata Dahnil kepada wartawan.
Menurut Dahnil, Rakernas menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh jajaran Kemenhaj dalam mempersiapkan layanan bagi ratusan ribu jemaah haji Indonesia yang akan berangkat ke Arab Saudi.
Ia menjelaskan, sebagai kementerian baru, Kemenhaj membutuhkan waktu untuk mengorkestrasi berbagai program dan kerja-kerja kelembagaan.
“Kami ini kan lembaga baru, kementerian baru, maka tentu untuk mengorkestrasi kerja-kerja itu dibutuhkan waktu,” ujarnya.
Meski demikian, Dahnil menyebut akselerasi pembentukan kelembagaan Kemenhaj tergolong cepat dibandingkan kementerian dan lembaga baru lainnya.
Dahnil mengatakan bahwa hingga saat ini struktur organisasi di tingkat daerah telah terbentuk secara bertahap, termasuk pengisian aparatur sipil negara (ASN) di berbagai wilayah.
“Alhamdulillah dibandingkan dengan kementerian dan lembaga baru lainnya, kami ini dikategorikan presiden termasuk kementerian yang cepat melakukan akselerasi kelembagaan,” kata dia.
Dahnil menyebut, saat ini seluruh provinsi telah memiliki tim yang mulai bekerja untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji.
“Secara kelembagaan, semua daerah, semua provinsi itu sudah terbentuk ASN-nya, perlahan semuanya sudah ada dan timnya sudah bekerja dengan baik,” ujar Dahnil
