Jakarta, panjimas – Sekretaris Jenderal MUI Dr. Amirsyah Tambunan yang di kenal sebagai ulama sekaligus juga sebagai tokoh Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) memberikan tausiyah kebangsaan pada Silaturahmi Kebangsaan dan Halal Bihalal yang dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pengurus ICMI dari berbagai daerah.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (17/4/2026) di Ballroom Hotel Millennium, Jakarta. Dalam kesempatan yang sama ICMI memberikan penghargaan antara lain kepada K.H. Ma’ruf Amin untuk penghargaan sebagai “Senior ICMI” (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) pada tahun 2026.
Buya Amirsyah menggaris bawahi sambutan dari Ketua Umum ICMI, Prof. Arief Satria; pertama, pentingnya setiap insan memiliki hati yang bersih untuk memperkuat karakater kepemimpinan. Buya Amisyah juga menegaksan bahwa kemenangan dan keberuntungan dapat di raih dengan hati yang bersih sebagaimana firman Allah: (قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا) Qs. Asy-Syams, Ayat : 9.
“Oleh karena itu ICMI sebagai insan cendekia memiliki kekuatan yang menjadi karakter Karakter ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) adalah sebagai wadah cendekiawan muslim yang memiliki karakter intelektual, inovatif, dan berakhlak mulia,” ujarnya di hadapan hadirin.
Program unggulan pemerintahan Parabowo Subianto seperti MBG, Keperasi Merah Putih, Subsidi rumah harus di kelola secara profesional, berkakter. Dari nilai karakter ini ICMI saat ini menghadapi tantangan nasional dan dunia global agar dapat mencegah benturan pradaban.
Sebagaimana tesis dari Tesis “Benturan Peradaban” (Clash of Civilizations) dari Samuel P. Huntington menyatakan bahwa konflik pasca-Perang Dingin tidak lagi didorong oleh ideologi atau ekonomi, melainkan oleh perbedaan budaya dan agama.
“Karena itu sebagai cendekiawan harus bersatu menolak benturan pradaban hanya karena kepentingan ekonomi dan politik dan kepentingan lainnya,” tandanya.
Kedua, rasa kasih sayang atas dasar ukhuwah menjadi pondasi untuk menyelamatkan kepentingan bangsa. Dengan dasar ukhuwah yang kuat sebagaimana firman Allah Qs. Almaryam · Ayat 96
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمٰنُ وُدًّا ٩٦
Sesungguhnya bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa cinta (dalam hati) mereka. Karena itu kekuatan silaturrahmi sepanjang masa merupakan bagian dari prekat pradaban umat dan bangsa di saat dunia kehilangan arah pradaban karena benturan kepentingan sumber daya alam, energi sehingga kedaulatan negara tergadai.
Agar kedaulatan negara bisa kita kawal maka kebersamaan untuk terus perkuat bersatu padu menolak kezaliman mendukung keadilan QS :وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ
Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai.Mari jadikan ICMI sebagai perekat pradaban umat, bangsa dalam pergaulan dunia internasional.













