BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Fokal IMM Menjadi Organisasi Paguyuban Alumni IMM untuk Kerja Kultural, Dakwah dan Sinergitas

55

Jakarta, panjimas – Forum Keluarga Alumni Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Organisasi paguyuban non-struktural yang mewadahi alumni IMM untuk memperkuat kerja kultural, dakwah, serta membangun sinergi, kolaborasi dalam gerakan politik kebangsaan secara profesional lakukan pertemuan dan silaturrahim di Aviari Hotel Bintaro, pada hari Jumat (24/4/26).

Mantan Ketua PImpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Medan (1984-1986) yang juga saat ini menjabat sebagai Sekjen MUI hadir memberikan tausiyah.

Hadir juga jajaran pengurus MUI diantaranya, Ketua Bidang Ekonomi : Azrul Tanjung, Wakil Sekjen : Hazuarli Haz, MA, di jajaran Bendahara MUI ada : Dr.Erni Jualiana Al Hasanah, Dr. Yayat Sujatna (Rektor ITB-AD).

Dr Amirsyah selalu Sekjen MUI dan alumni IMM menegaskan bahwa para alumni IMM telah berikhtiar dan bekerja sesuai kadar kemampuan dan keahliannya. Sehingga menjadi tersebar di banyak sektor dakwah, ekonomi, politik dan kemasyarakatan.

Sejumlah alumni hadir seperti Assoc. Prof. Dr. H. Desri Arwen, M.Pd sebagai rektor UMT Periode 2025-2029, Ketua Komisi VII DPR RI Dr. Saleh Partaonan Daulay.

Ia mengingatkan para alumni agar terus berkiprah sehingga dakwah Muhammadiyah lebih efektif bagi para elit bangsa. Karena itu para alumni IMM perlu melakukan dialog yang produktif dan konstruktif.

Hadir juga Dr. Nizam Burhanuddin Nizam mantan Ketua Umum DPP IMM (1980 an) sebagai mantan kepala Direktorat Utama Pembinaan dan Pemeriksaan Keuangan Negara (Kaditama Binbangkum), merupakan salah satu sosok yang ikut andil dalam lahirnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK.

Beda lagi typikal alumni IMM seperti : Drs. Uum Syarif Usman yang saat ini menjadi Pengasuh (Mudir) Pesantren Muhammadiyah Al Furqon Singaparna Tasikmalaya. Ia menegaskan pesantren ini nyaris jatuh ketangan pihak yang salah. Dengan kerja keras dan kekompakan warga persyarikatan akhirnya pesantren dapat di selamatkan menjadi AUM kembali.

Para alumni sudah bekerja sesuai keahliannya, katanya dengan merujuk pada al-Qur’an surat Al-Isra’ Ayat 84

قُلْ كُلٌّ يَّعْمَلُ عَلٰى شَاكِلَتِهٖۗ فَرَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ اَهْدٰى سَبِيْلًا۝٨٤

“Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka, Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

“Karena itu para alumni yang bekerja sesuai kemampuan atau profesionalitasnya agar tetap berkontribusi bagi masyarakat, umat, dan bangsa. Fokal IMM Sebagai wadah silaturahim dan penggerak alumni untuk konsisten berdakwah serta berdiaspora di berbagai sektor legistatif, eksekutif atau pemerintahan maupun swasta,” ujar Amirsyah.

Peningkatan diaspora politik untuk memperkuat peran kebangsaan agar para alumni kader IMM dapat berbuat yang terbaik pada dirinya. Sejalan pesan Allah:

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْۗ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ

Artinya:Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri.

Karena Muhammadiyah telah banyak berbuat baik untuk bangsa ini. Para pemerhati menilai Muhammadiyah kaya melalui amal usaha (AUM) akan tetapi pimpinan sederhan.

Kesederhanan itu menunjukkan bahwa ke ikhlasan berMuhammadiyah merupakan kekuataan ruh dan semangat ber Muhammadiyah sehingga Muhammadiyah tumbuh berkemabang, pungkas Amirsyah yang juga ketua Majelis Pendayagunaan wakaf PP Muhammadiyah.

Oleh karena itu ia mengajak kepengurusan nasional (Kornas), wilayah, hingga tingkat di bawahnya yang aktif memperkuat sinergi guna mendukung gerakan dakwah Muhammadiyah secara kultural dan struktural pungkasnya.

“Kedepan diperlukan sebuah sarana berupa bangunan gedung yang menjadi pusat kegiatan Fokal IMM yang menjadi pusat studi dan pradaban bagi Almuni IMM,” seperti yang disampaikan Dr. Andi Nurpati mantan KPU dalam sambutan mewakili Fokalwati.

Exit mobile version