Setiap orang yang melakukan suatu pekerjaan tentu ada motif yang mendorongnya. Dalam kegiatan ekonomi dan bisnis ada salah satu motif yang sangat menonjol yaitu motif ekonomi dimana si pelaku ingin memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya dengan tenaga atau modal dan biaya yang sekecil-kecilnya.
Sehingga dengan adanya motif tersebut kita lihat ada orang yang ingin menjual barang dagangannya dengan harga yang semahal-mahalnya agar dia bisa mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya sesuai dengan yang dia harapkan.
Banyak fihak melihat kehadiran motif ekonomi tersebut sudah merupakan hukum alam sehingga berlaku universal tetapi hal itu oleh Sjafruddin Prawiranegara telah dibantah.
Dia mengatakan hal tersebut bukanlah hukum alam tapi merupakan hasil dorongan hawa nafsu dari masing-masing pribadi yang bersangkutan. Jadi motiv ekonomi seperti yang dikatakan Barat itu menurut Sjafruddin prawiranegara tiada lain merupakan cerminan dari kerakusan dan ketamakan manusia.
Oleh karena itu jika ada orang atau suatu masyarakat yang berbuat dengan berdasarkan kepada motiv ekonomi maka mereka itu menurut Sjafruddin merupakan orang dan masyarakat yang biadab.
Oleh karena itu jika kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat dikelola hanya dengan berdasarkan motiv ekonomi maka masyarakat yang akan terbentuk menurut Sjafruddin bukanlah masyarakat yang baik dan beradab tapi adalah masyarakat yang biadab karena mereka dalam kegiatannya sudah tidak lagi memperhatikan dan mempertimbangkan serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan akhlak.
Oleh karena itu kata Sjafruddin berbeda halnya dengan orang-orang yang masih tunduk dan patuh kepada ajaran agama islam, kekuatan yang mendorongnya untuk bertingkah laku dalam bidang ekonomi dan bisnis bukanlah apa yang disebut dengan motif ekonomi tetapi adalah ajaran agamanya atau dalam bahasa yang lebih spesifik didorong oleh motif takwanya dimana kita diminta oleh Allah Swt untuk memperlakukan manusia dengan sama dan dengan sebaik-baiknya sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri.
Oleh karena itu seorang muslim yang baik kata Sjafruddin tidak akan berbuat berdasarkan atas asas dan atau motif ekonomi karena hal demikian menurut Sjafruddin sama saja artinya dia telah menindas sesama manusia dengan cara yang sekejam-kejamnya dan tindakan seperti itu jelas tidak dibenarkan oleh ajaran agama.
Anwar Abbas
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan.
