BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Kampus Muhammadiyah Kini Jadi Pilar Utama Pendidikan Tinggi Nasional

12

Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) saat ini bukanlah sekadar pelengkap, melainkan telah menjadi bagian aktor utama pendidikan tinggi nasional

PONOROGO, panjimas – Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan, Pimpinan Pusat (Diktilitbang PP) Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, dalam tasyakuran dan resepsi Milad Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) ke-40, menyajikan data strategis yang menunjukkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) saat ini bukanlah sekadar pelengkap, melainkan telah menjadi bagian aktor utama pendidikan tinggi nasional.

“Saat ini total PTMA telah menyentuh 164 di seluruh dunia, termasuk Malaysia. Muhammadiyah telah berkontribusi mengisi 4% dari total perguruan tinggi di Indonesia dan dari total tersebut, 21 PTMA telah meraih akreditasi Unggul, di mana UMPO termasuk didalamnya,” ungkap Muttaqin dalam agenda yang mengusung tema Tumbuh, Berdaya, dan Mendunia, pada Senin (4/5).

Capaian UMPO yang telah menginjak usia 40 tahun, sebut Muttaqin, begitu impresif. Bagaimana tidak, sektor akademik UMPO telah sukses meraih akreditasi institusi Unggul dari BAN-PT yang telah menerapkan ISO 21001:2018 (Sistem manajemen organisasi pendidikan). Selain itu, Muttaqin menyebut bahwa UMPO, kini telah mendapat banyak kepercayaan masyarakat dengan tren penerimaan mahasiswa baru yang kian meningkat tajam.

 

“Dalam sektor sumber daya manusianya, UMPO telah memiliki 70 dosen bergelar doktor (S3). Targetnya diharapkan mencapai 100 doktor di masa yang akan datang. Kampus ini juga berhasil pecah telur dengan melahirkan dua guru besar dan kedepan ini ditargetkan akan bertambah sebanyak delapan guru besar,” tambah Muttaqin.

 

Lebih jauh, Muttaqin turut mengapresiasi kekuatan UMPO dalam menggerakkan dakwah Islam di sektor perguruan tinggi. Keunikannya dalam penjenamaan lokal (branding) sebagai “The Reog University”, mampu memadukan antara kearifan lokal dan peradaban global yang dibingkai nilai-nilai Islam berkemajuan.

 

“Kita tidak ingin perguruan tinggi yang unggul hanya menjadi menara gading, tapi harus menjadi menara air. Kampus berdampak tidak sekadar melulukan sarjana, tapi dapat menyelesaikan masalah di masyarakat,” tegasnya.

 

Terakhir, ia menekankan lima langkah strategi transformasi ke depan untuk UMPO dan PTMA secara umum. Ikhtiar tersebut dapat dilakukan dengan melakukan Pendalaman Mutu (deepening quality), Melakukan riset berdampak, transformasi digital, membangun ekosistem kolaborasi, dan AIK sebagai nilai inti (core values). Dengan strategi diatas, Muttaqin meyakini bahwa UMPO dapat terus bertrasformasi dan menguatkan posisinya sebagai kampus penetak SDM berkualitas untuk peradaban semesta

Exit mobile version