Jakarta, panjimas – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasionak (BGN) yang baru. Nanik menggantikan Dadan Hindayana.
Nanik buka suara usai diberi amanah baru menggawangi BGN menjalankan program prioritas pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, penunjukannya diikuti dengan tanggung jawab yang sangat besar.
“Terima kasih banyak atas ucapan selamat dan doanya. Ini amanah dan tanggung-jawab yang amat sangat besar serta berat buat saya,” ujar Nanik kepada media, Rabu (3/6/2026).
Nanik berjanji akan menjalankan program MBG dengan memastikan kualitas makanan yang baik untuk anak-anak. Sekaligus, berupaya agar program MBG bermanfaat bagi pergerakan roda ekonomi masyarakat.
“Memastikan anak-anak Indonesia dapat gizi terbaik, serta membangkitkan ekonomi rakyat,” ucapnya.
Nanik memohon dukungan dari seluruh rakyat Indonesia agar bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik.
Komposisi Pimpinan BGN yang Baru
Susunan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami perubahan. Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala, telah ditetapkan sebagai pimpinan tertinggai lembaga yang bertanggung jawab pada program makan bergizi gratis (MBG) itu.
Sementara itu, nama baru yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono resmi bergabung dalam jajaran pimpinan BGN sebagai wakil kepala, menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.
Dengan perubahan tersebut, Nanik S Deyang tetap memimpin BGN dan akan didampingi dua wakil kepala baru dalam menjalankan berbagai program strategis lembaga, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Karir Nanik S Deyang
Nanik S Deyang merupakan sosok yang dikenal memiliki latar belakang panjang di dunia jurnalistik sebelum berkiprah di pemerintahan. Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 itu memulai karier sebagai wartawan di Tabloid Bangkit yang berada dalam kelompok media Kompas Gramedia.
Dalam perjalanan kariernya, ia juga menempati sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan media, mulai dari pemimpin umum, direktur utama, hingga komisaris di sejumlah media nasional.
Di dunia politik, Nanik dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto. Pada Pemilu Presiden 2019, ia bergabung dalam tim pemenangan Prabowo-Sandi dan menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur.
Setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, Nanik dipercaya menduduki jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029. Dalam posisi tersebut, ia ikut mengawal program pemerintah untuk menekan angka kemiskinan nasional.
Karier Nanik di pemerintahan terus menanjak. Pada Juni 2025, ia ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 17 September 2025, Presiden Prabowo mengangkatnya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sekaligus memberhentikannya dari jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Selain dikenal sebagai jurnalis senior, Nanik juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Pengalamannya di bidang komunikasi publik, pemberdayaan masyarakat, serta pengentasan kemiskinan menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan program-program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas nasional.
Dengan pengalaman yang membentang dari dunia media, politik, hingga pemerintahan, Nanik menjadi salah satu figur yang dipercaya Prabowo untuk mengawal agenda pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan gizi masyarakat Indonesia













