YOGYAKARTA, panjimas – Menag RI, Nasaruddin Umar melakukan kunjungan ke Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta pada Kamis (4/6 ) di kampus utama Jl. S. Parman, Nomor 58, Ketanggungan, Kota Yogyakarta.
Tak sebatas kunjungan resmi kementerian yang dipimpinnya, namun juga keinginan pribadi yang telah lama dia pendam untuk mengunjungi madrasah tertua milik Persyarikatan Muhammadiyah yang didirikan langsung Kiai Ahmad Dahlan.
Menyapa para santri, Menag menekankan peran penting belajar dari perjalanan hidup para tokoh besar. Menurutnya, keberhasilan lahir dari disiplin, kerja keras, dan kemampuan berpikir secara sistematis.
“Belajarlah dari tokoh-tokoh besar. Tidak ada tokoh besar yang lahir tanpa perjuangan. Tidak ada ruginya menjadi orang yang disiplin dan menghargai waktu,” ujar Menag.
Menurut Menag, ilmu yang bermanfaat hanya dapat diraih melalui perpaduan antara kecerdasan intelektual, kebersihan hati, dan akhlak yang baik. Karena itu, ia mengingatkan para santri agar memegang teguh nilai-nilai keislaman seperti ikhlas, sabar, tawadhu’, dan istikamah dalam menjalani kehidupan.
“Setinggi apa pun pendidikan seseorang, jika tidak memiliki akhlakul karimah, maka ilmunya tidak akan membawa manfaat,” ujarnya.
Apresiasi juga diberikan Menag RI Nazaruddin Umar kepada Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta yang telah banyak melahirkan tokoh bangsa. Maka para siswa diminta untuk meneladani para pendahulunya di Mu’allimin.
Dalam kunjungan ini dirinya juga berkesempatan berbuka puasa sunah Kamis bersama pengurus Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Acara dilanjut dengan memberikan pesan – notes wall untuk para siswa sebagai berikut:
“Orang yang sibuk mencari kesalahan orang lain, pertanda masih harus belajar. Orang yang sudah berani menyalahkan dirinya, pertanda sudah mulai belajar. Orang yang tidak lagi menyalahkan dirinya dan orang lain, pertanda sudah selesai belajar, karena sudah arif. Orang arid tidak pernah mencari kambing hitam, tetapi menyelesaikan persoalan tanpa menepuk dada.”
Bagi keluarga besar Mu’allimin, kunjungan ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah. Kebanggaan karena lembaga yang telah berusia lebih dari satu abad ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Agama Republik Indonesia.
Amanah karena apresiasi tersebut harus dijawab dengan kerja nyata untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, kaderisasi, dan kontribusi bagi umat serta bangsa.
