JAKARTA, panjimas – Lazismu bersama Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZ DK) Permata Bank Syariah terus memperkuat sinergi dalam pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut ditandai dengan serah terima simbolis program kemitraan yang berlangsung di Kantor Pusat Permata Bank Syariah, Jakarta, pada Senin (8/6).
Dalam kurun waktu 2023–2025, UPZ DK Permata Bank Syariah telah menyalurkan dana kebajikan melalui Lazismu senilai Rp3,37 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program kemaslahatan, mulai dari distribusi hewan dan daging kurban di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Wakil Ketua UPZ Permata Bank Syariah, Awaludin Gumbira, menyampaikan apresiasinya kepada Lazismu sebagai mitra strategis dalam penyaluran dana umat.
“Lazismu menjadi salah satu mitra utama kami. Kehadirannya memudahkan amanah yang kami emban dalam mengelola dan menyalurkan dana umat agar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang luas,” ujarnya.
Direktur Keuangan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas penghimpunan dana mendorong perlunya kolaborasi yang semakin kuat dengan lembaga yang profesional dan terpercaya.
“Penyerahan program ini bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan syariah. Kami berharap dana zakat, infak, dan sedekah dapat menjangkau lebih banyak mustahik, menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan, serta dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai prinsip syariah,” jelasnya.
Kerja sama antara UPZ DK Permata Bank Syariah dan Lazismu mencakup seluruh enam pilar program Lazismu, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dakwah, kemanusiaan, dan lingkungan.
Direktur Penghimpunan Lazismu Pusat, M. Sholeh Farabi, menyoroti salah satu program unggulan yang berhasil dikembangkan melalui kolaborasi tersebut, yakni program peternakan ayam petelur “TelurMoe” di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Program tersebut dikelola oleh komunitas penyandang disabilitas dengan sistem peternakan ayam free-range dan pakan organik. Melalui dukungan tambahan modal kerja sekitar Rp1,2 miliar dari UPZ DK Permata Bank Syariah, program ini terus berkembang, termasuk dengan pengadaan armada motor roda tiga untuk memperkuat distribusi hasil produksi.
“Para peternak yang mayoritas penyandang disabilitas sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap. Kini mereka mampu mandiri secara ekonomi dan bahkan berbagi pengalaman kepada kelompok lain. Permintaan pasar terhadap produk telur yang dihasilkan juga terus meningkat karena kualitasnya yang baik,” ungkap Farabi.
Ke depan, pengembangan peternakan akan dilakukan di lahan milik Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta guna meningkatkan kapasitas hingga 1.000 ekor ayam. Model pemberdayaan ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai upaya memperluas kemandirian ekonomi kelompok rentan.
Melalui kemitraan yang berkelanjutan, Lazismu dan UPZ DK Permata Bank Syariah berkomitmen menghadirkan program-program inovatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
