Jakarta, panjimas – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) di satuan pendidikan telah memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran dan motivasi belajar peserta didik.
“Sudah ada penelitian yang menunjukkan dampak IFP terhadap kualitas pembelajaran dan juga terhadap motivasi belajar,” kata Abdul Mu’ti usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan pada 2025, Kemendikdasmen telah mendistribusikan sebanyak 288.865 unit IFP ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Perangkat IFP yang didistribusikan tersebut, kata dia, kini telah digunakan oleh satuan pendidikan penerima di berbagai daerah.
“Tahun 2025 kami distribusikan untuk 288.865 IFP ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Sekarang sudah digunakan,’ ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menargetkan setiap sekolah akan memiliki sedikitnya enam ruang kelas yang dilengkapi panel datar interaktif (interactive flat panel/IFP) dalam tiga tahun ke depan.
“Kami berharap dalam tiga tahun, seluruh sekolah di Indonesia akan memiliki setidaknya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital,” ucap Presiden dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1) waktu setempat.
Prabowo mengatakan pemerintah berencana menambah sekitar satu juta panel pintar interaktif pada 2026. Penambahan tersebut ditujukan agar setiap sekolah memiliki setidaknya tiga hingga empat ruang kelas yang dilengkapi IFP, sebelum ditingkatkan menjadi minimal enam ruang kelas dalam kurun waktu tiga tahun.
Presiden menjelaskan dengan program tersebut, pemerintah dapat memantau kualitas pengajaran guru serta respons peserta didik di berbagai daerah secara langsung.
“Artinya, saya misalnya, di Jakarta, dapat masuk ke sekolah mana pun di Indonesia dan saya dapat melihat kualitas pengajaran para guru. Saya dapat melihat reaksi anak-anak dan dalam minggu-minggu pertama, kami melihat antusiasme anak-anak, antusiasme para guru, dan warga desa,” kata Presiden.
Prabowo juga menilai digitalisasi pendidikan merupakan langkah penting dalam memberdayakan generasi masa depan.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor penentu pertumbuhan dan imbal hasil jangka panjang, termasuk bagi kepercayaan investor global.
Penyaluran perangkat IFP ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Pembangunan dan Pengelolaan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda, dan Digitalisasi Pembelajaran.
Dalam praktiknya, keberadaan perangkat IFP ini membantu guru menyampaikan materi secara lebih dinamis melalui tampilan multimedia, simulasi, serta integrasi bahan ajar digital.
