BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Mahasiswa Muhammadiyah Diajak Bangun Kemandirian

16

 

BEKASI, panjimas – Perkembangan dunia kerja semakin sulit diprediksi, serta rekrutmen tenaga kerja semakin lesu, maka lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Áisyiyah (PTMA) diarahkan membangun kemandirian ekonomi.

Arahan itu disampaikan Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Bambang Setiadji pada Sabtu (13/6) dalam Wisuda Universitas Muhammadiyah (UM) Indonesia di Bekasi.

Bambang membuka sambutannya dengan menyampaikan kenyataan bahwa ekonomi Indonesia, bahkan dunia sedang tidak baik-baik saja. Nilai tukar rupiah terhadap dolar juga semakin melemah.

“Kalau dalam ekonomi yang memanas mungkin pengusaha industri akan mengerem untuk perekrutan tenaga kerja,” ungkap Bambang.

Namun sebagai seorang muslim, tidak boleh merasa parah dan tidak berbuat apa-apa dalam menghadapi situasi sulit ini. Oleh karena itu, Bambang mendorong supaya lulusan PTMA berani membuka usaha sendiri.

Tak harus usaha yang dibangun berbentuk konvensional, tapi juga bisa menggabungkan antara yang konven dengan digital. Dunia sudah dilipat jaraknya dengan adanya media digital maupun media sosial.

“Buatlah usaha, sekarang itu era toko-toko online dengan sangat mudah itu dibuat. Pokoknya eranya itu era kemandirian – namanya gauge economy,” katanya.

Dia menyarankan supaya lulusan PTMA tidak menggantungkan mata pekerjaannya ke institusi-institusi konven yang selama ini ada. Melainkan harus lebih kreatif membuka lapangan pekerjaan yang relevan dengan zaman.

“Buatlah usahamu sendiri, sesuai impianmu sendiri. Wujudkanlah ekonomi kemandirian,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu juga ada Wamen Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor sepakat dengan yang disampaikan Bambang Setiadji. Kecerdasan buatan AI saat ini menjadi realitas, maka tenaga kerja produktif harus sadar itu dan mampu memanfaatkannya.

“Dunia industri tidak lagi hanya mencari individu yang memegang selembar ijazah, melainkan mencari sarjana yang cakap, mereka yang memiliki kompetensi nyata, adaptif, dan siap langsung berkontribusi,” ungkapnya.

Maka dia meminta supaya Muhammadiyah membantu pemerintah salah satunya dengan mencetak generasi yang siap maju dan mengembangkan diri, serta membangun kemandirian ekonomi.

Exit mobile version