BeritaMUINasionalNewsOpini

Sekjen MUI Dorong Industri Halal Tetap Bertahan Stabil di Era Global

17
×

Sekjen MUI Dorong Industri Halal Tetap Bertahan Stabil di Era Global

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Potensi industri halal di Korea Selatan mengalami peningkatan baik dari sektor wisatawan muslim yang ada di berbagai negara maupun kebutuhan industri halal.

Namun di tengah persaingan global perlu penguatan strategi untuk mendorong ekspor-impor makanan, minuman dan kosmetik serta obat-obatan ke negara-negara Islam seperti ke Indonesia. Menurut Sekjen MUI disamping adanya tantangan, juga ada peluang pada empat faktor utama yang bernilai ekonomi tinggi;

Buya Amirsyah Tambunan selalu Sekjen MUI menyampaikan bahwa 4 faktor utama itu adalah : Konsumsi halal, Pariwisata Ramah Muslim; Kosmetik dan Obat-obatan. Hal ini disampaikan dirinya usai memberikan ceramah di Jemaah Masjid Al Falah Kota Soul Korea Selatan, Ahad (14/6/26).

Ia mengajak agar masyarakat muslim memperkuat lirerasi dan edukasi halal sebagai bagian dari pengamalan Islam rahmatan lil’alamin. Karena halal dan thoyib bukan hanya untuk Islam, tapi juga untuk semua manusia yang menjunjung tinggi nilai kualitas asupan makanan, minuman dan alat kosmetik.

Untuk itu bersama pemangku kepentingan di Korea Selatan perlu berkolaborasi untuk memperbanyak cakupan sertifikat halal dan fasilitas ibadah seperti masjid untuk memperluas jaringan restoran mulai dari bersertifikat Korea Muslim seperti: Lembaga Pengembangan Halal Korea (HAI Korea), anak perusahaan dari Federasi Muslim Korea (KMF), didirikan untuk mendelegasikan tugas sertifikasi halal oleh KMF dan mempromosikan pertumbuhan industri halal.

HAI Korea menyediakan sertifikasi halal KMF sejak tahun 1994. Untuk memfasilitasi ekspor-impor perusahaan domestik ke negara-negara Islam Muslim-FriendlyS yakni ramah Muslim”. ini merujuk pada produk, layanan, atau tempat yang dirancang untuk memudahkan wisatawan atau konsumen Muslim dalam menjalankan kebutuhan ibadah dan preferensi gaya hidup mereka, meskipun mungkin belum memiliki sertifikasi halal secara resmi. Ia menegaskan hingga saat ini ekspor-impor produk makanan & minuman, kosmetik terus meningkat di tengah tekanan geopolotik global. Karena konsumsi terhadap makanan halal menjadi lebutuhan yang mendadar setiap muslim.

Oleh karena itu kedepan perlu langkah strategis pemerintah untuk menyesuaikan standar dan sistem sertifikasi halal, menjadikan produk seperti kimchi dan snack Korea lebih mudah diterima di pasar luar negeri.Kosmetik dan Perawatan (K-Beauty) berupa produk kecantikan asal Korea memiliki potensi besar di negara-negara mayoritas Muslim karena banyak brand yang kini menggunakan bahan nabati dan telah mengantongi sertifikat halal.Akses dan Panduan Halal harua menggunakan aplikasi yang telah di jamin ke halalan untuk mempermudah pelacakan; pertama, lokasi pruduk halal dan kedua, status kehalalan restoran;

Ketiga : destinasi ramah muslim di Korea seperti hotel. Kedepan perlu inovasi teknologi, pelacakan halal melalui QR yang mudah di akses secara digital di seluruh dunia. Bentuk aplikasi penanda (scanner) QR/barcode halal oleh lembaga sertifikasi halal.

“Jadi perlu cara mudah dan cepat untuk memverifikasi prodak halal yang telah memililiki status sertifikasi halal dengan menggunakan nomor registrasi atau scan QR code pada kemasan produk halal, ” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *