BaznasBeritaNasionalNews

BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Kirim 18 Dai ke Pulau Buru Perkuat Pembinaan Mualaf

12
×

BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath Kirim 18 Dai ke Pulau Buru Perkuat Pembinaan Mualaf

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi kembali memperkuat sinergi dakwah melalui pelepasan 18 dai dalam Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII. Para dai tersebut akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, guna memperkuat pembinaan dan pendampingan mualaf di wilayah tersebut.

 

Pelepasan para dai digelar di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Rabu (17/6/2026), dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., MM., Ph.D., Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah.

 

Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa’adi, mengatakan bahwa program tersebut merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung penguatan akidah dan pembinaan masyarakat mualaf, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

 

“BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan,” ujarnya.

 

Menurut Zainut, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath merupakan bentuk sinergi yang saling melengkapi dalam upaya memperluas jangkauan dakwah Islam. Ia mengibaratkan kerja sama tersebut seperti “gayung bersambut”, di mana pesantren menyediakan sumber daya dakwah, sementara BAZNAS mendukung melalui program pemberdayaan dan pendanaan.

 

Ia menegaskan, para dai yang bertugas di lapangan harus mengedepankan metode dakwah bil hikmah, yakni pendekatan dakwah yang dilakukan dengan kebijaksanaan, nasihat yang baik, serta dialog yang santun.

 

“Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam,” katanya.

 

Zainut juga menekankan pentingnya memahami kondisi masyarakat yang menjadi sasaran dakwah. Menurutnya, pendekatan kepada masyarakat awam maupun para mualaf harus dilakukan secara bertahap dan penuh empati.

 

“Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi,” tambahnya.

 

Melalui program ini, BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf di Pulau Buru semakin meningkat melalui berbagai kegiatan pendidikan, pelatihan, serta pendampingan yang berkelanjutan. Selain memperkuat keimanan para mualaf, program tersebut juga diharapkan mampu mempererat ukhuwah Islamiyah dan menjadi contoh kolaborasi dakwah bagi berbagai lembaga di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *