BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Maknai Kerja sebagai Jalan Ibadah, Haedar Nashir : Jangan Hanya Mengejar Rezeki

18

YOGYAKARTA, panjimas – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan pentingnya menempatkan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah yang bernilai di hadapan Allah. Menurutnya, tujuan bekerja tidak hanya untuk mencari rezeki, tetapi juga untuk meraih pahala dan keberkahan hidup.

 

Pesan tersebut disampaikan Haedar dalam ceramah usai Salat Zuhur berjamaah bersama para karyawan Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta, pada Selasa (23/6).

 

Haedar menuturkan, apabila hidup hanya diarahkan untuk mengejar materi dan uang semata, maka seseorang berpotensi menjadi pribadi yang keras dan kehilangan makna kehidupan yang sesungguhnya.

 

“Kalau hidup hanya mengejar uang, nanti manusia bisa menjadi keras. Padahal hidup tidak hanya soal itu. Kita perlu menanyakan kembali, dari semua kehidupan ini, kita mau ke mana,” ujarnya.

 

Menurut Haedar, setiap manusia yang dilahirkan telah dianugerahi fitrah oleh Allah SWT. Di dalam dirinya terdapat kecenderungan untuk bertauhid, beriman, dan beragama sebagai bagian dari ruh yang ditiupkan Allah kepada manusia.

 

“Saya yakin, setiap orang di dalam dirinya pasti memiliki keyakinan akan adanya Tuhan, meskipun ada yang tidak tumbuh dalam bimbingan agama,” jelasnya.

 

Meski terlahir sebagai seorang muslim merupakan sebuah anugerah, Haedar menegaskan bahwa ketika dewasa seseorang perlu terus memperdalam pemahaman keagamaannya. Sebab, iman, agama, dan ibadah merupakan proses dinamis yang harus dijalani dengan kesadaran dan pemahaman yang benar.

 

Ia menjelaskan, ibadah memiliki peran penting dalam memberikan makna pada kehidupan. Dengan beribadah, setiap aktivitas yang dilakukan manusia akan memiliki nilai dan tujuan yang lebih luhur.

 

“Ibadah itu membuat hidup kita lebih bermakna, tidak sia-sia. Sekecil apa pun yang kita lakukan, itu ada nilainya,” katanya.

 

Haedar menambahkan, berbagai perbuatan sederhana seperti tersenyum, membantu sesama, dan menunjukkan sikap baik kepada orang lain merupakan bagian dari akhlak yang bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.

 

Dalam lingkungan kerja, ia juga mengajak seluruh karyawan untuk membangun budaya saling membantu dan bekerja dengan hati yang ringan, tanpa terjebak pada batas-batas otoritas semata.

 

“Dalam pekerjaan juga demikian. Kita harus ringan hati, saling membantu, tidak hanya berpegang pada otoritas masing-masing,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Haedar mengingatkan bahwa orientasi hidup yang semata-mata bersifat duniawi akan membuat seseorang terus merasa kurang dan tidak pernah mencapai kepuasan batin. Karena itu, pekerjaan tidak seharusnya hanya diukur dari besarnya penghasilan yang diperoleh.

 

“Hidup jauh lebih luas dari sekadar penghasilan. Karena itu, jangan selalu melihat pekerjaan hanya dari sisi materi yang didapatkan,” pesannya.

 

Di akhir ceramahnya, Haedar menekankan bahwa profesionalisme tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan dan imbalan yang diterima, tetapi juga menyangkut kesungguhan, tanggung jawab, dan integritas dalam menjalankan amanah.

 

“Profesional itu bukan hanya soal pekerjaan dan uang, tetapi bagaimana kita menjalankan tugas dengan kesungguhan,” pungkasnya

Exit mobile version