BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Media Muhammadiyah Harus Menggerakkan Perubahan Sosial, Tak Sekadar Memberitakan

11
×

Media Muhammadiyah Harus Menggerakkan Perubahan Sosial, Tak Sekadar Memberitakan

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, panjimas – Media Muhammadiyah tidak cukup hanya menjadi penyampai informasi. Lebih dari itu, media Persyarikatan harus hadir sebagai penggerak kepedulian sosial, kemanusiaan, sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Hal itu disampaikan Roni Tabroni dalam peluncuran buku Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Menurutnya, jurnalisme Muhammadiyah perlu mengembangkan orientasi pemberitaan yang tidak sekadar mengabarkan peristiwa, tetapi juga mendorong perubahan sosial yang berpihak kepada kemaslahatan publik.

Roni menjelaskan bahwa jurnalisme filantropi berangkat dari semangat menghadirkan harapan melalui pemberitaan. Media tidak berhenti pada pengungkapan persoalan, tetapi ikut membangun kepedulian, menggerakkan solidaritas, dan membuka ruang bagi lahirnya solusi atas berbagai persoalan kemanusiaan.

Menurut dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UM Bandung tersebut, media Muhammadiyah memiliki modal nilai yang kuat karena lahir dari gerakan dakwah yang sejak awal berorientasi pada pelayanan umat melalui pendidikan, kesehatan, dan aksi sosial. Karena itu, pemberitaan yang dihasilkan semestinya mencerminkan nilai Islam Berkemajuan yang menempatkan kemanusiaan sebagai orientasi utama.

Ia menegaskan bahwa media Muhammadiyah perlu lebih banyak mengangkat praktik-praktik baik, inovasi sosial, serta kiprah amal usaha dan warga Muhammadiyah dalam menjawab persoalan masyarakat. Dengan demikian, media dapat menjadi inspirasi sekaligus mendorong partisipasi publik dalam gerakan kemanusiaan.

Roni juga mengingatkan bahwa media memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara pandang masyarakat. Karena itu, media harus menghadirkan informasi yang mencerdaskan, menumbuhkan optimisme, dan memperkuat nilai-nilai kebajikan, bukan sekadar mengejar sensasi atau viralitas.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UM Bandung Hendar Riyadi menilai jurnalisme perlu bergerak melampaui narasi belas kasih. Menurutnya, media harus mampu membangun kesadaran kritis masyarakat dan memperjuangkan keadilan sosial sehingga persoalan kemanusiaan tidak berhenti menjadi tontonan, tetapi melahirkan perubahan yang nyata.

Melalui pendekatan tersebut, media Muhammadiyah diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai instrumen dakwah yang mencerahkan, membangun optimisme, serta menggerakkan kepedulian dan kemanusiaan di tengah masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *