BeritaKemenagNasionalNews

Sekjen Kemenag Ungkap Peran Strategis Kampus Islam dalam Pembangunan Sosial Masyarakat

97

 

 

Jakarta, panjimas – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tidak lagi cukup hanya berfokus pada ruang kelas, penelitian akademik, dan publikasi ilmiah. Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, kampus Islam kini dituntut hadir sebagai aktor yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat.

 

Dorongan tersebut kembali menguat setelah Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Kamaruddin Amin menegaskan pentingnya peran strategis PTKIN dalam pembangunan sosial saat meresmikan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) di UIN Salatiga, Sabtu (4/7/2026).

 

“PTKIN harus bisa menjadi penghasil ulama dan cendekiawan yang paham dengan realitas sosial. Pengabdian masyarakat harus ditingkatkan secara nyata. Kampus harus hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan pemerintah daerah, dan memberikan solusi konkret atas persoalan yang ada,” ujar Prof. Kamaruddin di Ruang Rapat Gedung KH. Hasyim Asy’ari.

 

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa arah transformasi PTKIN memasuki fase baru: dari sekadar institusi pendidikan menjadi pusat solusi sosial berbasis ilmu pengetahuan dan nilai keislaman.

 

Saintek Berbasis Nilai

Perubahan paradigma tersebut direspons UIN Salatiga dengan langkah konkret melalui peresmian Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Fakultas ini dirancang untuk memperkuat integrasi antara sains, nilai keislaman, dan kepedulian lingkungan.

 

Konsep yang diusung adalah Green Wasathiyah Campus, yakni pendekatan yang menggabungkan ilmu pengetahuan modern dengan prinsip moderasi Islam serta kesadaran ekologis. Model ini diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya akademis, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat.

 

Rektor UIN Salatiga, Zakiyuddin Baidhawy, menegaskan bahwa penguatan fakultas ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membangun kepercayaan publik melalui kinerja nyata.

 

“Kami memahami bahwa kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui konsistensi tata kelola yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Melalui momentum peresmian Fakultas Saintek ini, kami ingin membuktikan bahwa UIN Salatiga siap melahirkan lulusan cerdas yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan kemanusiaan,” kata Rektor.

 

Rekam Akademik Global

Di balik langkah ekspansi tersebut, UIN Salatiga memiliki modal akademik yang cukup kuat. Kampus ini dikenal memiliki rekam jejak publikasi ilmiah yang diakui secara internasional.

 

Budaya mutu riset yang dibangun secara konsisten menjadikan institusi ini salah satu kampus Islam dengan daya saing global. Capaian tersebut terlihat dari jurnal ilmiah yang mampu bertahan di level atas dalam indeks internasional.

 

“Budaya mutu di UIN Salatiga telah mengakar kuat. Hal itu terbukti dari capaian internasional jurnal IJIMS yang bertahan di peringkat Q1 Scimago selama delapan tahun dan jurnal IJTIHAD sebagai salah satu yang terbaik di dunia.”

 

Arah Transformasi Kampus

Penguatan Fakultas Saintek dipandang sebagai langkah strategis dalam memperluas peran PTKIN di tengah masyarakat. Tidak hanya menghasilkan lulusan akademis, tetapi juga inovator yang mampu menjawab tantangan sosial, lingkungan, dan kemanusiaan.

 

Dengan pendekatan integratif antara sains dan nilai keislaman, PTKIN diharapkan menjadi episentrum baru pembangunan berbasis pengetahuan yang lebih inklusif dan berdampak luas.

 

Melalui modal reputasi global tersebut, Fakultas Saintek diharapkan dapat menjamin bahwa inovasi sains yang lahir dari kampus ini nantinya benar-benar aplikatif dan memberikan layanan prima yang berdampak luas bagi masyarakat luas

Exit mobile version