BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Tiada Henti Kerahkan Relawan dan Hadirkan Layanan Kemanusiaan Tangani Karhutla

11
×

Muhammadiyah Tiada Henti Kerahkan Relawan dan Hadirkan Layanan Kemanusiaan Tangani Karhutla

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, panjimas — Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah melaporkan perkembangan respons terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Ketua PWM Kalteng, Rabu (26/8/2026).

 

Pertemuan berlangsung di Kantor Sekretariat PWM Kalteng, Jalan RTA Milono Km 1,5, Kompleks Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah.

 

Dalam pertemuan tersebut, LRB/MDMC PWM Kalteng menyampaikan berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan melalui Pos Komando dan Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah Siaga/Tanggap Darurat Karhutla Kalimantan Tengah.

 

Poskor menjadi pusat koordinasi untuk menggerakkan sumber daya Muhammadiyah dalam membantu masyarakat dan relawan yang terdampak maupun terlibat dalam penanganan karhutla.

 

Sejumlah layanan telah dijalankan, antara lain penerjunan relawan untuk pemadaman dan pendinginan, penyediaan rumah singgah oksigen dan mobil oksigen, pemberian vitamin serta nutrisi bagi petugas dan relawan pemadaman, pembagian masker, hingga layanan kesehatan bagi masyarakat.

 

Ketua LRB/MDMC Kalteng Heru Setiawan mengatakan, keberadaan Poskor merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah merespons kondisi karhutla secara terkoordinasi.

 

“Kami berupaya menghadirkan layanan yang dapat langsung dirasakan masyarakat maupun para relawan yang berada di lapangan,” ujarnya.

 

Menurut Heru, setiap respons kebencanaan Muhammadiyah akan mengoptimalkan seluruh sumber daya persyarikatan melalui konsep One Muhammadiyah One Response (OMOR), dengan seluruh elemen persyarikatan bergabung di bawah komando LRB.

 

Sementara itu, Ketua Poskor Inayati Muharini menyampaikan bahwa Poskor Muhammadiyah telah diaktifkan sejak Jumat (21/8/2026) dan direncanakan berlangsung hingga Senin (21/9/2026).

 

Masa operasional tersebut dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi serta status siaga atau tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah.

 

Selain melaksanakan respons dan layanan langsung, Poskor juga berfungsi mengoordinasikan Pos Layanan (Posyan) Muhammadiyah yang dibentuk di daerah.

 

Inayati menjelaskan, Posyan menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan respons Muhammadiyah terhadap kondisi karhutla.

 

“Hingga saat ini, Posyan Muhammadiyah yang telah terbentuk berada di bawah koordinasi PDM Kotawaringin Timur dan PDM Kota Palangka Raya,” paparnya.

 

Sementara itu, Ketua PWM Kalteng Prof Dr H Ahmad Syar’i MPd menyatakan dukungan penuh terhadap langkah LRB/MDMC dalam melaksanakan respons karhutla.

 

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan melibatkan seluruh majelis, lembaga, bahkan organisasi otonom (Ortom), serta memastikan kehadiran Muhammadiyah dapat dirasakan masyarakat selama masa penanganan bencana.

 

“Ini bukti nyata Muhammadiyah konsisten selalu hadir dalam membantu masyarakat, umat, dan bangsa,” ujarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *