Jakarta, panjimas – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mulai dirasakan di lingkungan sekolah. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menilai pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan anak sehat dan siap mengikuti pembelajaran.
Hal tersebut disampaikan Fajar saat meninjau pelaksanaan CKG, CKG Sekolah, serta penguatan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Kota Bogor, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dan turut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan serta jajaran Pemerintah Kota Bogor.
“Kami mengapresiasi inisiatif Pak Wamenkes yang mengundang kami bersama Wamen PPPA. Ini menunjukkan sinergi karena CKG Sekolah dilaksanakan di ruang pendidikan dan hasilnya perlu ditindaklanjuti bersama,” ujar Fajar.
Menurut Fajar, CKG merupakan Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto sekaligus implementasi Asta Cita keempat yang menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul.
Kunjungan diawali di Puskesmas Tanah Sareal untuk melihat pelaksanaan program 1.000 HPK. Rombongan kemudian meninjau pelaksanaan CKG Sekolah dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMP Negeri 5 Kota Bogor.
Fajar mengatakan berbagai program kesehatan dan pendidikan perlu dipandang sebagai satu rangkaian yang saling berkaitan. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan anak harus dimulai sejak masa kehamilan dan berlanjut hingga anak berada di lingkungan sekolah.
“Pelayanan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang, pencegahan stunting, CKG Sekolah, Makan Bergizi Gratis, UKS, dan kesehatan mental harus dilihat sebagai satu kesinambungan. Pendidikan Bermutu untuk Semua harus dimulai dengan memastikan anak sehat dan siap belajar,” ungkap Fajar.
Di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Fajar berdialog dengan murid, tenaga kesehatan, dan guru. Pembahasan meliputi hasil pemeriksaan kesehatan, layanan konseling, kesehatan mental, hingga mekanisme rujukan ke puskesmas.
Fajar menilai keberadaan UKS memiliki peran penting dalam memastikan hasil pemeriksaan kesehatan siswa dapat ditindaklanjuti.
“UKS adalah semacam jangkar di sekolah yang menghubungkan sekolah dengan puskesmas. Dengan mengoptimalkan UKS, pelaksanaan CKG dan tindak lanjutnya dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Fajar juga melihat praktik pembatasan penggunaan telepon genggam selama jam sekolah. Seorang guru menjelaskan, kebijakan tersebut membuat murid lebih aktif bergerak, berolahraga, dan berinteraksi dengan teman-temannya.
Praktik tersebut sejalan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dikembangkan Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
Gerakan tersebut mendorong kebiasaan sederhana seperti berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal agar tumbuh menjadi budaya hidup sehat bagi anak-anak.
Berdasarkan laporan Pemerintah Kota Bogor, hingga 24 Agustus 2026 cakupan CKG telah mencapai 49 persen. Sementara itu, cakupan CKG Sekolah mencapai 30,8 persen.
Wamenkes Dante menekankan pentingnya menindaklanjuti hasil pemeriksaan kesehatan. Tindak lanjut tersebut dilakukan melalui upaya promotif dan preventif, pelayanan kesehatan primer, serta sistem rujukan bagi peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Fajar menegaskan, pelaksanaan CKG menunjukkan kebijakan pemerintah mulai bergerak dari agenda nasional menjadi layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk para murid di sekolah.
“CKG merupakan bentuk nyata kehadiran kebijakan Presiden Prabowo di sekolah. Anak yang sehat akan lebih siap belajar, dan dari sanalah kita menyiapkan fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas pada tahun 2045,” pungkasnya
