BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Ingatkan Bahayanya bagi Kesehatan, Jangan Remehkan Abu Vulkanik

10

YOGYAKARTA, panjimas — Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Material yang keluar saat terjadi erupsi gunung api tersebut mengandung mineral dan partikel silika yang tajam menyerupai serpihan kaca sehingga dapat membahayakan kesehatan.

 

Karena berukuran sangat halus, abu vulkanik mudah terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Paparan dalam jangka waktu tertentu perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

 

dr. Corona Rintawan Ketua Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)menjelaskan, abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan pernapasan dengan tingkat keparahan yang beragam, mulai dari iritasi hingga peradangan. Risiko tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis karena paparan abu vulkanik dapat memperburuk kondisi yang sudah ada.

 

“Sekarang mungkin tidak terasa efeknya, tetapi dalam jangka waktu lama bisa terasa efeknya,” ujarnya pada Selasa (8/9).

 

Selain saluran pernapasan, abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Tidak hanya itu, abu yang masuk ke sungai, sumur, maupun sumber mata air dapat memengaruhi kualitas air dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat yang menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung perlu memberikan perhatian lebih terhadap paparan abu vulkanik. Karena itu, mengurangi aktivitas di luar rumah saat terjadi hujan abu menjadi salah satu langkah yang dianjurkan.

 

dr. Corona mengimbau bagi masyarakat, jika harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker N95 atau N100 lebih dianjurkan karena memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap partikel halus. Namun, apabila masker tersebut sulit diperoleh atau harganya mengalami kenaikan, masyarakat tetap disarankan menggunakan masker yang tersedia, meskipun perlindungannya tidak seoptimal masker N95.

 

“Jika memang dirasa tidak memungkinkan untuk membeli masker yang ideal, lebih baik menggunakan masker apa pun yang tersedia. Meskipun idealnya tetap menggunakan masker N95,” tegasnya.

 

Di dalam rumah, masyarakat juga diimbau untuk membersihkan lingkungan dan menjaga kebersihan diri secara berkala. Sebelum membersihkan abu vulkanik, permukaan sebaiknya dibasahi terlebih dahulu agar partikel abu tidak kembali beterbangan dan terhirup.

 

Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah, termasuk Kementerian Kesehatan. Apabila mengalami gejala gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya setelah terpapar abu vulkanik, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Intinya, jangan meremehkan. Untuk kelompok rentan, agar diusahakan mengurangi atau tidak beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya

Exit mobile version