BeritaKemendikdasmenMendikdasmenNasionalNews

Wamen Fajar Tinjau Sekolah di Sukabumi, Pastikan MBG Hingga Digitalisasi Proses Pembelajaran Lancar

6

Jakarta, panjimas – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meninjau aktivitas pendidikan di beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Termasuk sekolah tempat ia menimba ilmu dulu, yakni di SDN 3 Cibunar dan SDN 1 Cibunar, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa 8 September 2026.

Sembari mengenang masa-masa menempuh pendidikan di SD tersebut, Fajar menyempatkan untuk mengajar siswa SDN 3 Cibunar. Fajar memberi pengajaran bahasa Indonesia dengan materi penyusunan kalimat dan nilai kebaikan dalam cerita. Dia juga mendorong siswa berpartisipasi aktif, serta tidak takut untuk tampil.

Dalam tinjauannya, ia juga mengecek program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Termasuk program-program lain terkait dunia pendidikan seperti digitalisasi pembelajaran, dan meninjau proses revitalisasi sekolah di SDN 1 Cibunar.

“Harus berani maju dan jangan takut salah. Tujuan kita bersekolah adalah menjadi orang baik sekaligus berilmu. Setiap anak mempunyai kesempatan menjadi pemimpin,” ujar Fajar.

Setelah sesi “Wamen Mengajar”, Fajar meninjau pelaksanaan MBG. Ritual sebelum menyantap menu MBG seperti cuci tangan dan berdoa, dilakukan para siswa. Fajar menegaskan, pemenuhan gizi dan pembiasaan hidup bersih mendukung kesiapan siswa mengikuti pembelajaran.

“MBG adalah bukti kehadiran pemerintah agar ade ade semua mendapatkan asupan gizi yang baik” ungkapnya.

Papan Interaktif Digital untuk Pembelajaran
Wamen Fajar juga melakukan dialog dengan para guru peserta pelatihan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial di Kecamatan Kadudampit. Para guru menyampaikan pengalaman menggunakan Papan Interaktif Digital (PID) untuk mendukung pembelajaran.

Asma, salah satu guru SDN 1 Cibunar, mengatakan pendekatan Pembelajaran Mendalam mendorong guru menggabungkan teori dan praktik.

“Sekarang bukan hanya belajar teori tapi ada praktiknya, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menggembirakan,” ujar Asma.

Darniyanti, guru SDIT Yaspida Kadudampit, mengatakan penggunaan PID membuat siswa lebih antusias mengikuti pelajaran.

“Tayangan visual membuat siswa lebih antusias dan pembelajaran lebih hidup. PID dan Pembelajaran Mendalam saling mendukung,” ujarnya.

Keberadaan teknologi dalam pembelajaran ini, jelas Fajar, harus benar-benar dimanfaatkan oleh para guru. Terutama dalam penguatan interaksi dengan siswa. Keberanian siswa diminta untuk ditumbuhkan dalam proses belajar mengajar itu.

“Dampingi anak-anak kita dengan baik. Tumbuhkan keberanian dan rasa ingin tahu mereka. Dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam jadikan sekolah tempat yang menyenangkan untuk belajar. Ini yang diharapkan Pak Menteri Abdul Mu’ti, karena beliau yang mendorong agar Pembelajaran Mendalam dapat meningkatkan mutu pembelaran,” jelasnya.

Fajar juga mendatangi SDN 1 Cibunar. Wamen Fajar sempat bersekolah di sini dari kelas IV hingga VI. Di sekolah tersebut, ia meninjau revitalisasi yang meliputi rehabilitasi ruang kelas menjadi dua lantai.

Menurut Fajar, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo untuk meningkatkan kelayakan dan kenyamanan lingkungan belajar. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola dengan melibatkan pihak sekolah dan masyarakat sekitar.

“Revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah. Bapak Presiden ingin warga sekitar ikut bekerja dan memperoleh manfaat ekonomi. Sekolah menjadi lebih layak, gotong royong tumbuh, dan perekonomian masyarakat turut bergerak,” pungkas Fajar

Exit mobile version