YOGYAKARTA, panjimas — Dies Natalis ke-45 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) harus menjadi momentum untuk melakukan muhasabah sekaligus mensyukuri berbagai kemajuan yang telah dicapai.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir dalam ucapan Milad ke-45 UMKT. Menurutnya, usia 45 tahun merupakan perjalanan panjang yang telah membawa UMKT tumbuh menjadi perguruan tinggi yang unggul.
“Tentu milad dan atau Dies Natalis ini dijadikan momentum untuk muhasabah apa yang masih kurang dari usaha memajukan UMKT, tapi juga sekaligus menjadi wahana untuk tasyakur bin nikmah, bersyukur atas apa yang dianugerahkan Allah sehingga UMKT ini telah bertumbuh kembang menjadi universitas Muhammadiyah yang pesat kemajuannya,” ungkap Haedar.
Atas capaian tersebut, ia berharap seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika tidak berhenti pada rasa puas. UMKT harus terus melakukan dinamisasi, akselerasi, hingga transformasi yang lebih progresif.
Haedar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi membesarkan UMKT. Menurutnya, kemajuan universitas tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan seluruh jajaran Persyarikatan.
Memasuki usia ke-45, rektor dan seluruh jajaran pimpinan juga diminta mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas Caturdarma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, mulai dari Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, akademik, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat.
“Bertambah usia tentu bertambah beban, bertambah tantangan, mudah-mudahan tidak bertambah masalah, tetapi lebih dari itu bertambah pengkhidmatan dan tanggung jawab yang lebih optimal dari seluruh pihak,” pesannya.
Karena itu, Haedar mengingatkan UMKT agar tidak terlena dengan berbagai capaian yang telah diperoleh.
“Jangan lengah dengan kemajuan yang diperoleh, jangan merasa cukup dan berada di zona nyaman dengan keunggulan yang telah diraih dan berbagai prestasi lain,” tegasnya.
Bangkit dengan Kekuatan dari Dalam
Haedar menilai tantangan pendidikan tinggi semakin dinamis. Perkembangan berbagai perguruan tinggi menuntut UMKT terus meningkatkan kualitas agar semakin dipercaya masyarakat dan menjadi pilihan calon mahasiswa.
Ia juga menyoroti pandangan sebagian masyarakat yang masih menempatkan perguruan tinggi negeri sebagai pilihan utama. Padahal, perguruan tinggi swasta yang memiliki kualitas dan keunggulan dapat bersaing bahkan menjadi lebih baik.
“Kita berhadapan dengan opini dan pandangan publik di masyarakat Indonesia yang masih melihat universitas negeri sebagai segala-galanya, padahal di berbagai negara bahwa universitas swasta itu sebenarnya menjadi yang terdepan,” ujarnya.
Di tengah persaingan tersebut, Haedar menekankan pentingnya kemandirian Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Kekuatan dari dalam atau inner dynamic harus terus dibangkitkan dengan etos kerja yang tinggi.
“Etos swasta adalah etos yang gigih, pantang menyerah menghadapi masalah dengan kemampuan mencari solusi, mengubah tantangan menjadi peluang,” katanya.
Menurut Haedar, kekuatan tersebut membutuhkan gerak bersama seluruh unsur UMKT. Prestasi individu harus berjalan beriringan dengan pengkhidmatan dan tanggung jawab untuk memajukan institusi.
“Saya yakin di situlah kita akan tumbuh besar dengan kekuatan dari dalam, tetapi kuncinya adalah semua yang ada di UMKT harus bangkit bersama,” katanya.
Mewujudkan UMKT Berkemajuan
Selain memperkuat kualitas internal, Haedar berpesan agar UMKT terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mencerdaskan, memberdayakan, dan memajukan masyarakat.
“Terakhir kami berpesan bahwa UMKT juga harus terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun masyarakat, mencerdaskan masyarakat, memajukan masyarakat, termasuk tentu saja umat Islam sehingga menjadi umat dan masyarakat yang makin berdaya, makin berkekuatan, makin mandiri, makin maju sebagai entitas bangsa,” ujarnya.
Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan spirit kuntum khaira ummatin ukhrijat linnās dalam Surah Ali ‘Imran ayat 110 dan waltakun minkum ummatun yad‘ūna ilal-khair dalam Surah Ali ‘Imran ayat 104 sebagai bagian dari misi utama Muhammadiyah.
Haedar berharap tema Milad ke-45, “Meneguhkan Warisan dan Mewujudkan UMKT Berkemajuan”, menjadi spirit baru bagi seluruh sivitas akademika.
“Saya yakin Pak Rektor dan seluruh jajaran akan menjadikan milad ini sebagai spirit baru untuk mengoptimalkan segala pengkhidmatan, usaha, tanggung jawab, kolaborasi sehingga UMKT selain membawa warisan nilai-nilai dan semangat awal, tetapi mewujudkan menjadi kampus berkemajuan secara berkualitas dan berdaya saing unggul,” pungkas Haedar
