BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Mubalig Muhammadiyah Diminta Maksimal untuk Membumikan Risalah Islam Berkemajuan

66

YOGYAKARTA panjimas – Risalah Islam Berkemajuan (RIB) bukan ihwal yang baru di Muhammadiyah. Sebab RIB merupakan upaya penguatan dari pandangan keislaman yang diajarkan oleh Kiai Ahmad Dahlan.

Meski RIB telah disahkan pada Muktamar 48 Muhammadiyah tahun 2022 di Surakarta, namun menurut Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Gita Danu Pranata masih butuh waktu untuk membumikannya.

Sebagai dokumen resmi organisasi, sambung Gita, RIB di kalangan warga Muhammadiyah masih terasa asing. Bahkan masih ada yang sama sekali belum mengetahui adanya dokumen ini.

“Risalah Islam Berkemajuan sebagai pijakan kita dalam menjalankan ajaran agama Islam, dan ini menjadi tema yang akhirnya banyak dipelajari, kalau hasil muktamar masih menjadi dokumen resmi yang perlu segera dibumikan. Tapi juga masih banyak yang tiba-tiba menganggap asing,” katanya pada Senin (7 /9) dalam Pengajian Malam Selasa di Yogyakarta.

Supaya RIB sebagai dokumen resmi organisasi tidak asing di warga Muhammadiyah. Maka mubalig Muhammadiyah diminta untuk membumikan RIB. Sebab ini telah dirancang oleh Kiai Dahlan, dan sanadnya nyambung sampai praktik Islam yang dijalankan Rasulullah Muhammad.

“Jadi bukan tiba-tiba juga Kiai Dahlan terus punya sebuah konsep gagasan tentang Islam Berkemajuan. Hanya istilah saja, diksi saja yang dipilih. Tapi ternyata memang kita tahu kita itu Muhammadiyah pengikut Muhammad,” tuturnya.

Menurutnya, sejak awal Islam dibawakan oleh Nabi Muhammad telah memiliki karakter berkemajuan itu. Maka jika ada yang mengamalkan ajaran Islam, tapi tidak berdampak pada kemajuan kemungkinan Islam yang dijalankannya ada yang kurang.

Gita juga menyampaikan, bahwa dalam RIB disebutkan terdapat lima landasan Islam Berkemajuan. Pertama, berlandaskan pada tauhid murni. Kedua, bersumber pada Al Qur’an dan Hadis.

Ketiga, menghidupkan ijtihad dan tajdid. Keempat, mengembangkan paham wasathiyah atau moderat. Dan yang kelima adalah mewujudkan rahmat bagi seluruh alam (Islam rahmatan lil alamin)

Exit mobile version