BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Tanwir & Milad Muhammadiyah, Amirsyah Tambunan : Momen Gerakan Ekosistem Wakaf Nasional

161

Jakarta, panjimas – Secara resmi Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof.Dr.Haidar Nashir meluncurkan logo Tanwir dan Milad Muhammadiyahn ke 114 yang dijadwalkan berlangsung pada 19- 21 November 2026 Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Haidar menegaskan penggunaan daun kelor ini memiliki makna yang mendalam. Karena itu ungkapan dunia tak selebar daun kelor” adalah peribahasa Indonesia yang berarti dunia ini luas dan tidak sempit.

Lebih lanjut kata Haidar peribahasa ini menekankan agar kita tidak mudah putus asa. Dengan kata lain dalam menghadapi keadaan jangan cepat menyerah saat menghadapi masalah atau kegagalan.

Senada dengan itu Dr Amirsyah Tambunan memberikan apresiasi dan tahniah atas peluncuran simbol tersebut. Bagi Amirsyah simbol memberikan makna. Salah satu makna tersiratnya adalah dengan masih adanya banyak jalan, peluang, atau kesempatan lain dalam hidup ini.

“Oleh karena itu simbol daun kelor mengingatkan kita agar mempunyai pergaulan luas. Namun kita menyaksikan di masyarakat bahwa kesombongan dapat membatasi dan mempersempit pergaulan kita yang membutuhkan bantuan orang lain,” ujar Buya Amirsyah Tambunan.

Katahanan Pangan, Gerakan Wakaf

Buya Amirsyah juga mengajak warga Muhammadiyah untuk terus memperkuat ketahanan pangan melalui ekosostem wakaf untuk tanaman pelawija seperti daun kelor (moringa oleifera) yang dijuluki para ahli sebagai miracle tree karena hampir seluruh bagian tanamannya bermanfaat.

Kesuburan tanah Indonesia dapat memperluas manfaat daun kelor karena kandungan gizi; pertama, daun kelor kaya akan vitamin, mineral, protein, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan; kedua, memperkuat pangan lokal yang dapat diolah menjadi sayur bening atau suplemen alami untuk membantu mengatasi masalah gizi buruk dan stunting; ketiga, memperkuat ekosistem halal di Indonesia di mana produk lokal memiliki potensi besar seperti daun kelor di Palu dan daerah lainya.

Lawan wakaf Produktif

Lahan wakaf produktif di Palu masih pada posisi Perguruan Muhammadiyah. Kedepan perlu gerakan Wakaf produktif atau aset wakaf yang dikelola secara produktif untuk menghasilkan berbagai bentuk industri halal, atau manfaat yang berkelanjutan. Karena tanah yang diwakafkan tidak hanya untuk dibangun gedung perkantoran, tapi juga untuk lahan pertanian/perkebunan.

Pembiayaan melalui wakaf uang yang diinvestasikan pada instrumen syariah, di mana keuntungan penjualannya disalurkan kepada yang berhak (mauquf ‘alai). Skema ini dapat di produktifkan di lokasi tanah wakaf Palu kata Ketua PWM Sulteng Muh. Amin Parakkasi, S.Ag., M.H.I. siap sebagai tuan rumah Tanwir Muhammadiyah 2026 yang akan di gelar di Palu.

Exit mobile version