BeritaMUINasionalNews

Sekjen MUI Sebut Program yang Perlu Diperkuat untuk Membangun Ekosistem Ekonomi Umat

27

Jakarta, panjimas – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, mengapresiasi penyelenggaraan Grand Launching Shiratha yang dirangkaikan dengan Shiratha Launching & Charity Fun Run sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi umat, khususnya di tengah kondisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih menghadapi berbagai tantangan.

 

Menurut Buya Amirsyah, kondisi tersebut perlu dijawab dengan penguatan ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan peluang dan kemandirian masyarakat.

 

Dia mencontohkan pengalaman Singapura di bawah kepemimpinan Perdana Menteri pertamanya, Lee Kuan Yew, yang membangun negaranya dari kondisi keterpurukan hingga menjadi salah satu negara dengan perekonomian yang kuat.

 

“Di tengah kelesuan UMKM kita harus bisa tumbuh. Kita bisa belajar dari pengalaman tokoh dunia seperti Lee Kuan Yew yang mampu membangun Singapura dari keterpurukan,” ujar Buya Amirsyah di sela-sela Grand Launching Shiratha yang dirangkaikan dengan Shiratha Launching & Charity Fun Run, di Jakarta, Ahad (13/9/2026).

 

Buya Amirsyah menyebut program yang perlu diperkuat untuk membangun ekosistem ekonomi umat.

 

Salah satunya, program pengembangan wisata yang ramah lingkungan dan memiliki nilai keberlanjutan. Konsep tersebut menurutnya dapat dikembangkan melalui semboyan 2W+1H, yakni wakaf produktif dan wisata halal yang didukung dengan prinsip keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.

 

“Ini merupakan ekosistem yang dapat memperkuat sistem jaminan produk halal, apalagi pada Oktober 2026 nanti kewajiban halal mulai menjadi perhatian penting. Kita dorong dengan semboyan WHO, Wajib Halal Oktober 2026,” kata dia menjelaskan.

 

Dia menilai penguatan wakaf produktif, wisata halal, dan sistem jaminan produk halal dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang saling mendukung.

Exit mobile version