BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Haedar Nashir : Kemandirian Ekonomi Beriringan dengan Kolaborasi, Ilmu, Tanggung Jawab Sosial dan Prinsip Islam berkemajuan

10

Yogyakarta, panjimas – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa kemandirian ekonomi merupakan bagian penting dalam memperkuat gerakan Muhammadiyah.

Hal tersebut dia sampaikan dalam sambutannya pada Grand Launching Mentari Bayt Coin (MBC) di SM Tower Hotel, Yogyakarta.

Haedar mengatakan, Mentari Bayt Coin yang berbasis emas merupakan salah satu ikhtiar untuk mengembangkan ekosistem bisnis Muhammadiyah sekaligus memperkuat pilar gerakan dalam menjalankan misi dakwah.

Dia menyampaikan, bahwa sebelum menyatakan keyakinannya terhadap program tersebut, ia telah beberapa kali menerima penjelasan dari pihak pengembang mengenai potensi bisnis dan keberlanjutan MBC.

“Ini adalah program yang punya kekuatan bisnis masa depan, sekaligus juga menjadi penguat pilar pergerakan Muhammadiyah dalam menjalankan misi dakwah,” ujar Haedar.

Menurutnya, Muhammadiyah memang masih terus membangun ekosistem bisnis yang kuat. Namun, semangat kewirausahaan bukanlah hal baru bagi persyarikatan. Ia menyebut bahwa sejak generasi awal, Muhammadiyah telah memiliki pijakan kewirausahaan yang tumbuh di sejumlah pusat ekonomi masyarakat.

Haedar juga menekankan bahwa kemandirian tidak berarti Muhammadiyah berjalan tanpa melibatkan pihak lain. Sebaliknya, kemandirian perlu berjalan bersama kolaborasi, kerja sama, dan penguatan jaringan dengan berbagai mitra. Prinsip tersebut menurutnya menjadi bagian dari etos Muhammadiyah dalam mengembangkan berbagai amal usaha.

 

Pengembangan Ekonomi Berbasis Islam Berkemajuan

Guru Besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu menegaskan, pengembangan kegiatan ekonomi Muhammadiyah tidak semata-mata untuk kepentingan internal persyarikatan.

 

Menurutnya, sekolah, rumah sakit, lembaga sosial, hingga kegiatan ekonomi yang dikembangkan Muhammadiyah perlu diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

 

“Bukan untuk Muhammadiyah, tapi untuk umat, untuk masyarakat, untuk bangsa,” ujarnya.

 

Haedar mengaitkan pengembangan ekonomi dengan gagasan Islam berkemajuan. Menurutnya, Islam berkemajuan perlu diwujudkan dalam sistem, ekosistem, budaya, serta praktik nyata. Karena itu, aktivitas ekonomi juga harus sejalan dengan prinsip kemanfaatan, dan tidak menimbulkan kerusakan.

 

Ia mencontohkan pengelolaan sumber daya alam yang menurutnya perlu dilakukan dengan ilmu pengetahuan dan tanggung jawab. Apabila kegiatan eksplorasi menimbulkan perubahan terhadap lingkungan, maka perlu upaya reklamasi, pemulihan, dan rehabilitasi.

 

“Bangunlah, berbuat ikhlas, ihsanlah, tapi jangan kamu rusak,” tegasnya.

 

Melalui pengembangan MBC dan berbagai ikhtiar ekonomi lainnya, Haedar menempatkan kemandirian sebagai bagian dari upaya Muhammadiyah memperkuat gerakan sekaligus memperluas kemanfaatan bagi masyarakat.

 

Kemandirian ekonomi, menurutnya, tetap perlu berjalan beriringan dengan kolaborasi, ilmu pengetahuan, tanggung jawab sosial, serta prinsip Islam berkemajuan

Exit mobile version