BeritaInternasionalMuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan Islam dengan Kamboja

13

JAKARTA, panjimas — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Grand Mufti Kamboja di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, pada Senin (28/9). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dalam bidang pendidikan Islam, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan lingkungan hidup.

 

Kunjungan tersebut diterima Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah Mohammad Mas’udi, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah Ghoffar Ismail, serta Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah Hening Parlan.

 

Dalam pertemuan tersebut, Hening Parlan memperkenalkan struktur organisasi, majelis dan lembaga, organisasi otonom, serta amal usaha Muhammadiyah. Muhammadiyah juga menjelaskan berbagai program yang dikembangkan dalam bidang pendidikan, keagamaan, kesehatan, sosial, dan lingkungan hidup.

 

Sementara itu Grand Mufti Kamboja Syaikh Yahya Yusof, menyampaikan kondisi umat Islam dan pendidikan Islam di Kamboja. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia serta pengelolaan sekolah Islam.

 

Kamboja saat ini memiliki sekitar 634 sekolah Islam dengan lebih dari 71 ribu siswa. Sebanyak sekitar 1.500 guru telah memperoleh dukungan pemerintah, sementara sekitar 900 guru lainnya masih berstatus sukarelawan.

 

Ia juga menyampaikan harapan agar pengalaman Muhammadiyah dalam pengelolaan pendidikan dapat menjadi rujukan untuk meningkatkan kapasitas guru, kepala sekolah, serta manajemen lembaga pendidikan Islam.

 

“Kami masih memiliki kemampuan yang terbatas. Cara pengelolaan sekolah pun masih terbatas. Dengan adanya kunjungan ini, semoga ke depan kita bisa bekerja sama, terutama dalam bidang guru dan murid,” ujarnya.

 

Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat mendorong kemandirian sekolah Islam di Kamboja. Sejumlah sekolah masih bergantung pada bantuan dan donasi karena belum memiliki sumber pendanaan yang mandiri.

 

Selain pendidikan, delegasi Kamboja menyampaikan ketertarikan untuk mengembangkan gerakan lingkungan hidup yang terintegrasi dengan pendidikan Islam. Hal tersebut menjadi salah satu ruang kerja sama yang diperkenalkan Muhammadiyah melalui Majelis Lingkungan Hidup.

 

Pertemuan juga membahas pengembangan hubungan akademik antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan lembaga pendidikan di Kamboja. Kerja sama dapat dikembangkan melalui pertukaran mahasiswa, pelatihan, riset, hingga pengabdian masyarakat.

 

Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajid PP Muhammadiyah Muhammad Mas’udi turut menjelaskan pendekatan keagamaan yang digunakan dalam memahami persoalan kontemporer melalui pendekatan bayani, burhani, dan irfani. Pendekatan tersebut mengintegrasikan sumber keagamaan, ilmu pengetahuan, dan pertimbangan kemaslahatan dalam merespons berbagai persoalan.

 

Mas’udi mengatakan kerja sama dengan Kamboja perlu memperhatikan kondisi sosial dan keagamaan masyarakat setempat. Menurutnya, pengembangan Muhammadiyah di tingkat internasional harus dilakukan dengan memahami budaya dan karakter masyarakat di setiap negara.

 

“Kalau kita ke Kamboja, kita harus melihat bagaimana Kamboja itu. Kita tidak boleh mengacak-acak budaya yang ada. Kita harus masuk dari hal-hal yang disepakati bersama,” jelasnya.

 

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Muhammadiyah dengan komunitas Muslim di Kamboja. Kerja sama pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan lingkungan hidup menjadi beberapa bidang yang dapat ditindaklanjuti bersama

Exit mobile version