InspirasiNasionalNews

Pesan Menteri Abdul Mu’ti untuk para Penerima Beasiswa Adem 2025

88
×

Pesan Menteri Abdul Mu’ti untuk para Penerima Beasiswa Adem 2025

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas — Suasana penuh semangat mewarnai peluncuran Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jumat (11/7/25) di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, berdialog langsung dengan para penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) 2025.

Kepada para siswa, Menteri Mu’ti menyampaikan pesan penuh motivasi agar mereka menjadi generasi Indonesia yang hebat dan tidak pernah berhenti bermimpi, meski menghadapi berbagai tantangan di lingkungan baru.

“Saya mengucapkan selamat kepada adik-adik semua yang terpilih menjadi penerima beasiswa Adem 2025. Segala keterbatasan dan rintangan di tempat baru harus siap kalian hadapi untuk menggapai cita-cita mulia. Kalian semua merupakan harapan untuk kemajuan bangsa Indonesia,” ungkap Abdul Mu’ti.

Dialog menjadi semakin bermakna saat para siswa berbagi kisah perjuangan dan cita-cita mereka. Nia Nofita Guam, alumni SMP YPK Sion Tanah Merah, Boven Digoel, Papua Selatan, mengungkapkan rasa bangga bisa menempuh pendidikan menengah kejuruan melalui beasiswa Adem.

“Saya bercita-cita menjadi seorang guru, ingin mengajar adik-adik di Papua, dan membuat mereka maju dengan pendidikan. Beasiswa Adem ini membuat saya terus termotivasi dan ingin menginspirasi anak-anak Boven Digoel untuk bisa meraih mimpi,” ujar siswi SMK Negeri 10 Tangerang, Banten itu.

Hal serupa disampaikan Nurul Hidayah, alumni Community Learning Center (CLC) FGV Sahabat, Sabah, Malaysia, yang bercita-cita menjadi dokter. Ia menyampaikan tekad kuatnya untuk membanggakan orang tua dan memberi manfaat bagi sesama.

“Saya lahir dari keluarga sederhana, kedua orang tua saya merupakan petani di Malaysia. Saya memiliki tekad kuat untuk membanggakan orang tua dengan menjadi peserta Adem 2025. Kesempatan ini akan saya gunakan sebaik-baiknya dan menjadi tonggak awal menata cita-cita,” tutur Nurul, kini bersekolah di SMAS Plus Permata Insani Islamic School, Banten.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama pada penerima beasiswa Adem 2025 di Jakarta Jumat (11/7/25)
Sementara itu, Fernando E Suebu, alumni SMP Negeri 2 Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, dengan penuh semangat menyatakan cita-citanya menjadi Menteri Pendidikan.

“Saya sangat bersyukur bisa menjadi peserta Adem 2025. Dengan kesempatan ini saya bisa mengeksplorasi potensi saya lebih jauh, membangun banyak relasi, dan membuat rencana ke depan semakin matang. Terima kasih kepada pemerintah yang terus memberi kesempatan belajar lebih baik kepada kami, anak-anak Papua,” ujar Fernando, siswa SMAS Plus Permata Insani Islamic School.

Adapun Mohd Apil, alumni CLC Lumadan Beaufort, Sabah, Malaysia, memiliki impian menjadi ahli robotik. Baginya, teknologi masa depan harus membawa manfaat nyata bagi Indonesia.

“Teknologi ke depan akan semakin berkembang dan saya ingin menjadi bagian dari hal tersebut. Beasiswa Adem membuat saya percaya diri bahwa saya bisa menembus potensi dan meraih cita-cita saya,” kata Apil.

Merespons antusiasme para siswa, Menteri Mu’ti menutup dialog dengan lima pesan kunci agar mereka bisa sukses di masa depan.

“Kalian harus menanamkan rasa percaya diri yang tinggi, yakin akan potensi yang kalian miliki. Bersabarlah dari berbagai kesulitan, isi waktu kalian dengan berinteraksi bersama teman sebaya, jangan cepat berpuas diri, dan jadilah generasi yang bisa mengangkat kesuksesan anak-anak Indonesia,” tandasnya.

Acara ini dihadiri 200 penerima beasiswa Adem yang akan menempuh pendidikan menengah di berbagai sekolah di Provinsi Banten. Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan Tari Yospan dari perwakilan Adem asal Papua, yang diikuti langsung oleh Menteri Mu’ti bersama jajaran pimpinan Kemendikdasmen dan seluruh peserta yang hadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *