MuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah akan Susun Risalah Akidah Islam, Bahas Fondasi Teologis Gerakan Islam Berkemajuan

34
×

Muhammadiyah akan Susun Risalah Akidah Islam, Bahas Fondasi Teologis Gerakan Islam Berkemajuan

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, panjimas – Dalam upaya memperkuat fondasi teologis gerakan Islam berkemajuan, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan menggelar Seminar Sehari Risalah Akidah Islam Muhammadiyah pada Sabtu (27/09), bertempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta (2022) yang menegaskan pentingnya penyusunan risalah akidah sebagai pedoman resmi Persyarikatan.

Seminar Risalah Akidah Islam
Seminar sehari ini akan menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai Saad Ibrahim dijadwalkan memberikan keynote speech bertajuk Rekonstruksi Akidah Muhammadiyah. Selain itu, hadir pula Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas.

Dalam sesi seminar akan mengupas secara mendalam berbagai aspek akidah, mulai dari isu-isu kontemporer seputar keyakinan umat Islam di era globalisasi, hingga gagasan pembaruan akidah dalam sejarah Islam modern yang menempatkan Muhammadiyah sebagai bagian dari arus tajdid (pembaruan) Islam dunia.

Selain itu, forum ini juga akan menelaah perkembangan genealogis pemikiran akidah dalam tubuh Muhammadiyah, serta membahas hasil Musyawarah Tarjih Wilayah Jawa Tengah tentang manhaj akidah Muhammadiyah.

Tidak berhenti di situ, seminar juga akan ditutup dengan bahasan penting mengenai komparasi akidah lintas mazhab, yang diharapkan dapat memberikan perspektif luas dan sekaligus menegaskan posisi Muhammadiyah dalam peta pemikiran teologi Islam.

Latar belakang kegiatan ini berangkat dari kesadaran bahwa akidah merupakan fondasi utama ajaran Islam. Dalam sejarahnya, Muhammadiyah menegaskan akidah murni yang bersih dari syirik, bid‘ah, dan khurafat sebagai basis gerakan tajdid (pembaruan).

Namun, perkembangan globalisasi, penetrasi pemikiran transnasional, hingga maraknya fenomena keagamaan populer di ruang publik memunculkan tantangan baru. Hal ini kerap menimbulkan kerancuan dalam memahami tauhid, ibadah, maupun sikap sosial-keagamaan kontemporer.

Berbagai dokumen Muhammadiyah seperti Muqaddimah Anggaran Dasar dan Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) memang sudah menggariskan prinsip akidah.

Tetapi hingga kini, Muhammadiyah belum memiliki sebuah risalah akidah yang lengkap, sistematis, dan bisa menjadi rujukan bersama. Oleh karena itu, penyusunan Risalah Akidah Islam Muhammadiyah dipandang sebagai kebutuhan mendesak.

Sekitar 110 peserta akan hadir dalam seminar ini, terdiri dari unsur Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid, Majelis Pendidikan Kader dan SDI, perwakilan majelis dan lembaga tingkat pusat, Tarjih Wilayah se-Jawa serta Sumatera Selatan, hingga akademisi dari Fakultas Agama Islam di berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Diskusi dalam seminar akan membentang dari isu-isu akidah klasik hingga kontemporer: perdebatan antara pendekatan tekstual dan rasional, tarik-menarik tradisionalisme dan reformisme, hingga pengaruh pemikiran teologi transnasional baik yang bercorak puritan maupun liberal.

Forum ini diharapkan dapat memetakan problem akidah, sekaligus merumuskan jawaban teologis yang kokoh sesuai manhaj tarjih Muhammadiyah.

Lanjut FGD: Dari Diskusi ke Rumusan Konkret
Selepas seminar, akan dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) pada Sabtu-Ahad (27–28/09) di UMY. FGD ini hanya diikuti oleh 26 peserta terpilih dari Majelis Tarjih, Majelis Pendidikan Kader, serta Tarjih Wilayah. Fokus utamanya adalah menyusun kerangka konseptual dan sistematis Risalah Akidah Islam Muhammadiyah, sekaligus membentuk tim penulis yang akan menyiapkan naskah final.

FGD ini diproyeksikan menjadi tonggak penting karena akan menghasilkan draft outline risalah yang lebih terarah. Risalah tersebut diharapkan kelak menjadi pedoman resmi Persyarikatan dalam bidang keyakinan keagamaan, sekaligus panduan praktis bagi warga Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika keagamaan sehari-hari agar terhindar dari kerancuan teologis.

Dengan rangkaian seminar dan FGD ini, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat jati diri sebagai gerakan Islam berkemajuan. Risalah Akidah Islam Muhammadiyah yang sedang disusun diharapkan tidak hanya meneguhkan prinsip tauhid dalam bingkai Al-Qur’an dan Sunah, tetapi juga mampu memberikan jawaban atas problem umat di era modern

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *