Sumbar, panjimas – Maninjau di Sumatera Barat merupakan sebuah daerah yang indah, sejuk dan banyak melahirkan tokoh Pahlawan Nasional. Atas alasan itulah kemudian Sekjen MUI, DR Amirsyah Tambunan merekomendasikan agar daerah Maninjau, yang berada di Kabupaten Agam Sumatera Barat itu dapat dijadikan pusat ikon wisata daerah lahirnya banyak Pahlawan Nasional
Hal ini tentu sangat bermanfaat terutama bagai generasi muda di masa mendatang sehingga mendapatkan pelajaran kepemimpinan bangsa dari daerah Maninjau, Sumbar.
Karena itu Buya Sekjen MUI juga mengajak semua pegiat pariwisata dalam dan luar negeri dapat menjadikan kawasan wisata Maninjau untuk destinasi yang wajib dikunjungi, bukan saja karena ke indahan alamnya yakni di sekitar Danau Maninjau, tapi juga karena banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional yang memiliki integritas untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
“Karena itu saya mengajak semua pihak agar dapat menjadikan daerah (Maninjau) ini sebagai ikon wisata dan sebagai tempat kelahiran asal dari tiga Pahlawan Nasional Indonesia terkemuka
Adapun ketiga Pahlawan Nasional dari Maninjau itu yang pertama :
Dr. H.C. H. Mohammad Natsir, mantan Perdana Menteri Indonesia kelima; yang kedua adalah,
Hajjah Rangkayo Rasuna Said (HR Rasuna Said) , pejuang kemerdekaan dan hak-hak perempuan dan yang ketiga, Buya Hamka seorang Pahlawan Nasional yang juga sebagai Ketua Umum pertama Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Saat ini MUI melalui Lembaga Wakaf MUI bersama Bank Indonesia telah selesai membangun Hub sebagai kawasan wisata Halal yang akan di jadikan sebagai Pusat Pariwisata Ramah Muslim (Halal Tourism Hub) sebagi penguatan terhadap museum Buya Hamka (Abdul Malik Karim Amrullah),” tandasnya.
Lebih lanjut Sekjen MUI juga menyampaikan pengembangan itu bertujuan untuk menjadikan Maninjau sebagai destinasi wisata baru yang ramah lingkungan.
Sekaligus melestarikan nilai-nilai sejarah dan kepahlawanan tokoh-tokoh besar yang berasal dari sana.
Inisiatif ini memanfaatkan potensi wisata sejarah dan budaya yang kaya di Maninjau, di samping keindahan alam Danau Maninjau itu sendiri, untuk menarik wisatawan dan meningkatkan ekonomi lokal.
Usul Pahlwaan Nasional
Sedangkan mengenai usulan Ahmad Rasyid Sutan Mansur, lebih di kenal A.R. Sutan Mansur, lahir di Maninjau tanggal 15 Desember 1895 – 25 Maret 1985 sebagai salah usulan menjadi Pahlawan Nasional. Ia merupakan seorang dai penulis, akademisi yang juga merupakan tokoh dan Ketua PP Muhammadiyah (1953-1956).
Dirinya merupakan seorang tokoh perintis kemerdekaan Indonesia, bahkan pasca Kemerdekaan Indonesia, dia dipilih untuk menduduki kursi Konstituante dari Partai Masyumi. Di partai ini dirinya diberi mandat menjadi Wakil Ketua Majelis Syura pada Muktamar Masyumi keempat.
AR.Sutan Mansur juga seorang akademisi yang memprakarsai berdirinya Fakultas Hukum dan Falsafah di Padang Panjang dan dikembangkan di Jakarta yang menjadi berdirinya Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Sekjen MUI, Amirsyah merasa bangga dan bersyukur dari Maninjau banyak melahirkan Tokoh Nasional saat dirinya memberikan materi penguatan Nazhir Wakaf yang di selenggarakan Lembaga Wakaf MUI di Hub Wisata Halal AR Sutan Mansur Sei Batang, Maninjau, Sabtu ( 1/11/25).













