Bantul, panjimas – Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ‘Aisyiyah di Kasihan siap menjadi contoh layanan makan bergizi yang profesional, berbasis standar, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Hal tersebut Siti Noordjannah Djohantini sampaikan dalam doorstop usai peresmian SPPG, Kamis (13/11).
Noordjannah menjelaskan bahwa SPPG ini merupakan bagian dari jejaring SPPG yang diinisiasi Koordinasi Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah (MBG). Hadirnya unit layanan di Kasihan menandai komitmen ‘Aisyiyah dalam memperkuat gerakan penyediaan makan bergizi gratis yang terukur kualitasnya.
“SPPG ‘Aisyiyah di Kasihan, Bantul ini merupakan salah satu SPPG yang diinisiasi oleh Koordinasi Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah. Peresmian ini menandakan bahwa ‘Aisyiyah di Kasihan berpartisipasi aktif dalam ikhtiar menyiapkan layanan makan bergizi yang sehat dan dikelola sangat profesional,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh peralatan dan proses layanan di SPPG tersebut telah disesuaikan dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN). “Semua kita lakukan sesuai standar BGN untuk menjaga kualitas dan profesionalisme dalam menyiapkan layanan Makan Bergizi Gratis ini,” tambahnya.
SPPG ini mulai beroperasi pada 10 November 2025. Noordjannah menyampaikan optimisme bahwa layanan ini akan memberi manfaat luas, terutama karena melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga pelaksana.
“Mereka bekerja dengan senang hati dan bahan bakunya kita siapkan. Semuanya untuk pemberdayaan masyarakat,” jelasnya. Ia juga mengungkapkan bahwa para relawan telah mendapatkan pelatihan dan melalui tes kesehatan sebelum direkrut.
Ke depan, SPPG Kasihan menargetkan kapasitas hingga 2.500 unit makan bergizi per hari. “Harapannya kita bisa melayani dengan maksimal dan menghadirkan kepedulian sosial yang baik,” kata Noordjannah.
Dengan standar yang ketat, dukungan tim gizi, serta pelibatan aktif warga, SPPG ‘Aisyiyah Kasihan diharapkan menjadi model layanan makan bergizi yang profesional, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai-nilai pemberdayaan













