MuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah dan Kemendikdasmen Wujudkan Sekolah Darurat untuk Anak Korban Erupsi Lewotobi

58
×

Muhammadiyah dan Kemendikdasmen Wujudkan Sekolah Darurat untuk Anak Korban Erupsi Lewotobi

Sebarkan artikel ini

NTT, panjimas – Kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (KEMENDIKDASMEN) bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) berhasil menghadirkan fasilitas sekolah darurat bagi anak-anak penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Di tengah keterbatasan pascabencana, ruang-ruang belajar ini menjadi simbol kebangkitan harapan agar anak-anak kembali memperoleh akses pendidikan layak.

Pembangunan sekolah darurat dilaksanakan sejak akhir Oktober hingga awal Desember 2025 dan menyasar tiga satuan pendidikan terdampak, yakni SDK Kemiri dengan 7 ruang kelas, SD Inpres Nobo dengan 11 ruang kelas, serta SMP Negeri Satap Nobo dengan 8 ruang kelas. Ketiga sekolah tersebut kini telah mulai beroperasi kembali dan menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar bagi para siswa.

Pembangunan sekolah darurat ini dirancang oleh arsitek Yuar dengan pelaksanaan lapangan dikoordinatori oleh MDMC Flores Timur melalui tim yang dipimpin oleh Darmawan selaku Koordinator dan Field Manager. Seluruh pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan cepat dan aman, serta mempertimbangkan aspek keberlanjutan.

Sebagai bagian dari mitigasi terhadap ancaman erupsi, khususnya hujan abu vulkanik, sekolah darurat ini dirancang lebih tangguh dengan menggunakan material atap berbahan UPVC dan dinding berbahan papan serat semen. Meski merupakan fasilitas sementara, bangunan sekolah darurat ini diharapkan mampu bertahan hingga pembangunan sekolah permanen dapat direalisasikan.

Kehadiran sekolah darurat ini bukan hanya sebagai pemenuhan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial anak-anak penyintas erupsi. Dengan kembalinya kegiatan belajar mengajar, anak-anak diharapkan mendapatkan rasa aman, semangat belajar, serta harapan terhadap masa depan yang lebih baik. Melalui kolaborasi yang terbangun antara KEMENDIKDASMEN dan MDMC, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kemanusiaan berbasis pemenuhan hak dasar, termasuk hak anak atas pendidikan, bahkan dalam situasi darurat bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *