MuhammadiyahNasionalNews

Tiga Pesan Abdul Mu’ti tentang Masa Depan Muhammadiyah dan Bangsa

34
×

Tiga Pesan Abdul Mu’ti tentang Masa Depan Muhammadiyah dan Bangsa

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, panjimas — Resepsi Milad Ke-113 Muhammadiyah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berlangsung khidmat dan sarat pesan strategis, Sabtu (31/1/26).

Kegiatan yang digelar di Aula SD Islam Kreatif Muhammadiyah itu dirangkaikan dengan peresmian Klinik PKU Muhammadiyah Cianjur sebagai wujud nyata komitmen Persyarikatan dalam memajukan kesejahteraan bangsa.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cianjur, Saepul Ulum, dalam sambutannya mengingatkan kembali jejak sejarah Muhammadiyah di Cianjur. Berdasarkan catatan yang ada, Ahmad Dahlan disebut pernah singgah di Cianjur pada 1908. Sebagai kota santri, Cianjur dinilai memiliki modal sosial dan spiritual yang kuat untuk terus menghidupkan spirit pembaruan Muhammadiyah di tingkat daerah.

Pada kesempatan tersebut, Saepul Ulum juga menyampaikan progres pembangunan Klinik PKU Muhammadiyah Cianjur yang hampir rampung. Klinik ini dibangun dengan dukungan Lazismu Pusat dan Lazismu Jawa Tengah, dengan nilai pembangunan sekitar Rp1,5 miliar.

Ia menyebut kesiapan operasional telah mencapai 99,9 persen dan berharap izin operasional segera terbit dari pemerintah daerah agar layanan kesehatan dapat segera dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, dalam momentum milad Muhammadiyah tersebut.

Ia menyinggung kondisi pendidikan di Cianjur yang masih terus berbenah pascagempa 2022, serta menilai keberadaan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan dan kesehatan menjadi kekuatan penting dalam menopang layanan publik di daerah.

Tiga Pesan Abdul Mu’ti

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, ia mengajak warga perserikatan untuk bersyukur atas perjalanan 113 tahun Muhammadiyah yang telah berkembang dari gerakan lokal di Kauman menjadi organisasi berkiprah global.

Ia menyebut Muhammadiyah kini memiliki cabang istimewa di 31 negara, dengan sejumlah cabang telah berbadan hukum di negara setempat, seperti Australia, Singapura, Jepang, dan Malaysia. Selain itu, Muhammadiyah juga telah terdaftar di United Nations Economic and Social Council sejak 2012.

Menurut Abdul Mu’ti, kiprah Muhammadiyah di bidang kemanusiaan pun terus menguat di tingkat internasional. Ia mencontohkan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang telah memenuhi standar World Health Organization. Di sektor amal usaha, Muhammadiyah saat ini mengelola 164 perguruan tinggi serta lebih dari 500 rumah sakit dan klinik di berbagai daerah.

Pesan kedua menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia unggul melalui pendidikan dan kesehatan. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa komitmen tersebut telah menjadi fondasi gerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri.

Ia mengaitkan hal itu dengan pesan wahyu pertama dalam Surah Al-Alaq ayat 1–5 yang meneguhkan pentingnya belajar, literasi, dan penggunaan akal dalam membangun peradaban. “Kalau bangsa ingin sejahtera, maka pendidikanlah kuncinya,” tegasnya.

Pesan ketiga berkaitan dengan pentingnya persatuan umat. Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa perbedaan organisasi keagamaan tidak semestinya menjadi sumber perpecahan. Ia mencontohkan keberagaman organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Persatuan Islam yang semestinya saling menguatkan. Dengan gaya santai, ia menegaskan pentingnya soliditas internal.

“Kalau kita tidak solid, jadinya suliiiiiit,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Selain itu, Abdul Mu’ti juga menitipkan pesan agar warga Perserikatan menjauhi konflik, menghindari praktik korupsi, serta tidak bersikap kaku, kolot, dan jumud yang menutup ruang perubahan.

Menurutnya, tanpa inovasi, tajdid, dan kreativitas, organisasi berisiko kehilangan daya gerak. Ia pun mengajak seluruh elemen Muhammadiyah untuk terus memperkuat layanan di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi sebagai agenda nyata bagi masyarakat.

“Kita wujudkan kesejahteraan umum dan memajukan peradaban bangsa,” ujarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *