BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Muhadjir Effendy: Ramadan Momentum Naik Kelas Menuju Takwa

93
×

Muhadjir Effendy: Ramadan Momentum Naik Kelas Menuju Takwa

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, panjimas – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, menyampaikan bahwa ibadah puasa Ramadan mengandung pelajaran mendalam agar umat Islam senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Hal itu disampaikan Muhadjir dalam Kultum usai salat Zuhur berjamaah di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta, pada Kamis (19/2), bertepatan dengan hari kedua Ramadan.

Mengawali tausiyahnya, Muhadjir mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan. Ia juga menyinggung langkah Muhammadiyah yang pada tahun ini mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dalam penentuan awal Ramadan.

“Alhamdulillah kita sudah memasuki puasa kedua. Kali ini kita mengacu kepada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang sebelumnya menggunakan wujudul hilal. Ini merupakan ikhtiar kita untuk memperluas cakupan dan mendorong penyatuan umat secara global,” ujarnya.

Muhadjir kemudian menjelaskan bahwa dalam merumuskan hukum dan pelaksanaan ibadah, Muhammadiyah yang berlandaskan studi fikih mengenal tiga tingkatan umat Islam.

Pertama, mujtahid, yaitu mereka yang memiliki kemampuan merumuskan hukum secara mandiri karena penguasaan ilmu yang mendalam. Kedua, muttabi’, yakni pengikut yang memahami dalil atas praktik ibadah yang dijalankan. Ketiga, muqallid, yaitu pengikut awam yang menjalankan ajaran tanpa mengetahui dalil secara rinci.

Menurutnya, pemahaman atas tingkatan tersebut penting agar setiap Muslim terdorong untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan dan pemahaman keislamannya.

Muhadjir juga menguraikan bahwa Al-Qur’an telah menjelaskan asal-usul dan tujuan ibadah puasa dalam Surah Al-Baqarah ayat 183–190. Dalam ayat-ayat tersebut, Allah SWT memerintahkan puasa agar umat Islam mencapai derajat takwa, sekaligus memberikan penjelasan mengenai ketentuan serta keringanan bagi mereka yang berhalangan, seperti karena sakit atau dalam perjalanan jauh.

Ia menambahkan bahwa perintah puasa Ramadan diturunkan setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Sebelum turunnya kewajiban puasa Ramadan, Nabi telah membiasakan diri berpuasa tiga hari setiap bulan, yakni pada tanggal 13, 14, dan 15 (ayyamul bidh).

Mengakhiri tausiyahnya, Muhadjir berharap seluruh umat Islam diberi kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa tahun ini serta meraih keberkahan dari Allah SWT.

“Mudah-mudahan kita diberi kemudahan dalam menjalankan puasa tahun ini dan insyaallah kita mendapatkan keberkahan dari kuasa Allah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *