Jakarta, panjimas – Hilirisasi pemberdayaan petani sayur, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sinergi dengan PT. Zurich Syariah resmikan mikro retail “Sayur ZEPMU”.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin menjelaskan, acara ini tak sekadar seremoni melainkan bagian usaha hilirisasi pemberdayaan petani sayur. Sekaligus gerakan ekonomi berjamaah Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM).
Yamin menambahkan, program ekonom jemaah melalui JATAM ini integral dengan gerakan dakwah Muhammadiyah di akar rumput. Hal ini yang menunjukkan bahwa Muhammadiyah tak semata gerakan atau gejala perkotaan.
“Ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah bukan sekadar gerakan perkotaan tapi berangkat juga dari pedesaan,” kata Yamin dalam Launching Micro Retail Sayur ZEPMU (ZUrich Syariah Entrepreneurship Program for Muhammadiyah Community) di Masjid As Sudairi, Jakarta pada Sabtu (14/2).
Pada tahap awal ini, micro retail Sayur ZEPMU diperuntukkan bagi JATAM Cianjur yang mayoritas adalah petani sayur terdampak gempa bumi pada 2022. Program ini terintegrasi dengan pemulihan pasca bencana para penyintas.
Oleh karena itu, M. Nurul Yamin berharap program serupa dapat direplikasi di berbagai daerah. MPM PP Muhammadiyah juga akan mengimbau berbagai wilayah untuk menggerakkan potensi ekonomi jemaah.
“Kita tidak hanya bicara mikro retail sayur seukuran kontainer 2×6, tapi ini punya gagasan yang besar dan dampak besar yang dimulai dari langkah kecil. Ini akan dibuat di banyak tempat, saya akan mengimbau seluruh wilayah dan daerah untuk mengonsolidasikan gerakan ini,” katanya.
Semangat sama juga disampaikan oleh Direktur PT. Zurich Syariah, Dian Iskandar Wibowo. Pihaknya memiliki semangat sama dengan MPM PP Muhammadiyah untuk memberdayakan masyarakat terlebih di bidang ekonomi.
“Melalui program ini kami meyakini bahwa pemberdayaan harus menghadirkan akses pasar serta sistem dan ekonomi berbasis komunitas,” katanya.
Dirinya juga sepakat, bahwa persoalan petani ini tak hanya pada sisi hulu tapi juga di hilirnya. Maka dibutuhkan agenda-agenda untuk membantu masyarakat, terlebih masyarakat pinggiran yang terdampak bencana













