BeritaKemenagNasionalNewsUncategorized

Pertanian Lingkungan Kian Dilirik, Sekolah Tani Unigal Panen Raya Padi Organik

94
×

Pertanian Lingkungan Kian Dilirik, Sekolah Tani Unigal Panen Raya Padi Organik

Sebarkan artikel ini

Ciamis, panjimas – Program Sekolah Tani kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertanian berkelanjutan melalui kegiatan Panen Raya Padi Organik dengan Metode SRI (System of Rice Intensification) yang digelar di Kabupaten Ciamis, Sabtu, 21 Februari 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di lahan seluas 80 bata atau sekitar ±1.040 meter persegi yang dikelola oleh 12 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Galuh (Unigal) bekerja sama dengan Yayasan Cendikia Mandiri Utama.

 

Panen raya ini menjadi bukti nyata keberhasilan penerapan metode sz SRI yang menitikberatkan pada penggunaan bibit muda, pengelolaan air secara efisien, serta pemanfaatan pupuk organik berbasis Mikroorganisme Lokal (MOL). Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ketua Pelaksana Sekolah Tani, Muhamad Ramdani, menjelaskan bahwa hasil yang diperoleh dari metode tersebut terbilang menggembirakan.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pengamatan langsung di lapangan, pertumbuhan tanaman padi menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan metode konvensional. “Dari hasil pengamatan yang kami lakukan, rata-rata satu bibit padi mampu menghasilkan hingga 25 anakan. Ini tentu jauh lebih tinggi dibandingkan pola tanam biasa. Artinya, metode SRI ini terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas,” ujar Ramdani, Senin, 23 Februari 2026.

 

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kedisiplinan dalam menerapkan prinsip-prinsip SRI, terutama dalam pengaturan jarak tanam, penggunaan bibit usia muda, serta pengairan berselang yang membuat akar tanaman tumbuh lebih kuat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., turut hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan lembaga mitra menjadi contoh sinergi positif dalam pembangunan sektor pertanian.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Sekolah Tani ini. Kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat seperti ini merupakan langkah strategis dalam mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” kata Andang. Ia menambahkan bahwa keterlibatan generasi muda dalam praktik pertanian modern berbasis organik menjadi harapan baru bagi regenerasi petani di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, S.P., menilai bahwa metode SRI memiliki prospek besar untuk dikembangkan lebih luas di wilayah Ciamis. Ia menegaskan bahwa selain mampu meningkatkan hasil panen, pendekatan ini juga berdampak positif terhadap kualitas tanah.

“Metode SRI bukan hanya soal peningkatan produksi, tetapi juga menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang. Pertanian organik seperti ini sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan,” ujarnya. Di sisi lain, Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Galuh, Ahmad Yusuf Satibi, menegaskan bahwa generasi muda, termasuk Gen Z, memiliki minat dan komitmen untuk terjun langsung ke sektor pertanian.

“Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa pertanian, khususnya Gen Z, memiliki semangat untuk bertani dan berinovasi. Kami berharap para peserta Sekolah Tani ini nantinya tidak hanya menjadi pelaku, tetapi juga penggerak pertanian organik di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” ungkap Ahmad Yusuf.

Melalui kegiatan Panen Raya Padi Organik ini, Program Sekolah Tani diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang adaptif, berdaya saing, dan konsisten dalam mengembangkan pertanian organik. Upaya ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendorong transformasi pertanian yang lebih modern, produktif, dan berwawasan lingkungan di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *