BeritaInternasionalNasionalNews

BoP Lembaga Tidak Terpercaya, Ketuanya Cacat Moral dan Pelanggar HAM

76
×

BoP Lembaga Tidak Terpercaya, Ketuanya Cacat Moral dan Pelanggar HAM

Sebarkan artikel ini

Donald Trump adalah pendukung berat israel dan netanyahu. Sementara kita tahu israel di bawah pimpinan netanyahu ingin mendirikan negara israel raya yang meliputi seluruh wilayah Palestina, Jordania, Syria, Libanon dan sebagian dari wilayah Iraq, Saudi dan Mesir.

Keinginan tersebut sekarang ini bukan lagi ada di atas kertas tapi sudah mereka realisasikan dengan menguasai seluruh wilayah Palestina yang sudah mereka rebut dan duduki.

Meskipun tindakan tersebut mendapat protes dari masyarakat internasional namun israel tetap tidak mau mengembalikannya kepada rakyat Palestina dengan alasan bagi menjaga keamanan dalam negeri mereka.

Hal demikian tentu juga akan mereka terapkan terhadap Gaza sehingga nyaris seluruh wilayah Palestina sudah ada dalam cengkraman mereka dan masalah berdirinya israel raya tinggal menunggu waktu.

Lalu apa lagi yang akan diharapkan dari Board of Peace (BoP) tersebut ? Saya rasa sudah tidak ada karena BoP itu sendiri sebagai sebuah lembaga sudah tidak bisa dipercaya.

Untuk itu bagi menjaga harkat dan martabat serta nilai-nilai luhur bangsa sebaiknya Indonesia keluar dari lembaga tersebut. Ada beberapa hal yang menjadi dasar pertimbangan mengapa kita harus keluar dari BoP.

Pertama, ketuanya Trump adalah pendukung berat netanyahu dan netanyahu sendiri juga ikut bergabung dalam BoP sementara perwakilan dari pihak palestina tidak dilibatkan.

Jadi melihat komposisi BoP tersebut ditambah lagi dengan banyak dari negara anggotanya memiliki ketergantungan dan ketakutan dengan amerika maka tentu tidak mustahil donald trump akan bisa berbuat semaunya dan bila itu yang terjadi maka titah Trump tentu akan menjadi hukum dan kita tidak mau itu terjadi.

Kedua, Donald Trump adalah seorang pemimpin yang berperangai buruk dan memiliki kejiwaan serta moralitas yang bermasalah. Coba saja bayangkan dia menculik Maduro seorang Presiden dari sebuah negara yang merdeka dan berdaulat yaitu Venezuela, kemudian menyerang Iran dan membunuh Ali khamenei pemimpin spiritual tertinggi Iran.

Lalu timbul pertanyaan apakah kita masih percaya donald trump akan dapat menciptakan perdamaian padahal dia sendiri adalah biang kerok dari berbagai konflik, permusuhan dan peperangan yang terjadi di dunia.

Ketiga, kita telah diperintah oleh konstitusi untuk menentang dan menghapus penjajahan, sementara Donald Trump sendiri sebagai ketua BoP malah mendukung praktek penjajahan yang dilakukan israel terhadap Palestina .

Keempat, Kita menjunjung tinggi nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan tapi nilai-nilai itu pulalah yang dilanggar oleh israel, netanyahu dan donald trump.

Kelima, tujuan Trump untuk membangun kembali Gaza bukan untuk diserahkan kepada palestina tetapi untuk disulap menjadi kawasan bisnis yang akan diurus bukan oleh rakyat palestina tapi oleh amerika sendiri atau israel.

Oleh karena itu dari pada kita dikadalin oleh Trump dan agar kita tidak menyesal di kemudian hari lebih baik kita mundur saja dari sekarang karena kehadiran BoP dilihat dari segi kepentingan perjuangan rakyat palestina dan kepentingan kita sebagai bangsa, nyaris tidak ada.

 

Anwar Abbas

Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *