BeritaCitizenNasionalNewsOpini

Kisah Haji Adri, Seorang Pedagang Tangguh dari Metro Lampung

9
×

Kisah Haji Adri, Seorang Pedagang Tangguh dari Metro Lampung

Sebarkan artikel ini

Panjimas – Menjadi pedagang tampaknya memang tidak mudah. Sebab memerlukan mentalitas, kecerdasan dan seni yang tinggi. Hal itu terlihat betul oleh saya ketika berbincang dengan Haji Adri seorang pedagang besar yang berdagang bermacam-macam produk yang berkantor pusat di Metro Lampung.

Kunci suksesnya menurut saya tidak hanya terletak pada kerja keras tapi yang lebih penting lagi adalah pada sikap amanah dan keteguhannya dalam memegang serta menepati janji.

Dia saya lihat bila sudah terikat dengan sebuah janji atau kesepakatan maka dia akan berusaha dengan sekuat tenaganya untuk menepati dan memenuhi janjinya kepada semua mitranya.

Sehingga terbangunlah antara mereka saling percaya dan hubungan bisnis yang an tarodhin atau saling ridho serta berkelanjutan yang hal itu sampai hari ini kata pak Adri sudah berjalan bertahun-tahun kalau tidak bisa dikatakan sudah berpuluh tahun.

Salah satu hal menarik bagi saya ketika berbincang dengan pak Adri ini adalah bagaimana dia berusaha menjaga dan memenuhi janjinya. Ketika dia sudah terikat dengan janji pada harga tertentu dengan mitranya dia tidak meminta restrukturisasi harga bila terjadi harga turun- naik.

Sehingga mitranyapun sering dibuat bingung atas konsistensi janji beliau. Karena sekali lagi menurut Haji Adri yang penting bagi dia adanya jaminan terhadap keberlanjutan suply karena kalau suply bahan baku dari produknya terganggu maka tentu produksinya juga akan terganggu dan dia tentu saja tidak mau hal itu terjadi.

Jadi belajar dari praktek bisnis Haji Adri ini saya sampai kepada kesimpulan seorang pedagang sukses itu tidak bermental serakah  (kemaruk). Dia tidak takut kalah atau rugi pada satu dua transaksi.

Bagi dia yang penting bagaimana network atau shilaturrahmi yang sudah dia bangun bisa dia jaga dan rawat lalu dengan kecerdasan finansial yang dimilikinya dia hanya berfikir bagaimana dia tetap bisa memenangkan dan memajukan usahanya.

Oleh karena itu jika diibaratkan dengan permainan catur bagi Haji Adri tidak masalah dia kalah di satu dua langkah asal saja diujungnya dia bisa memenangkan permainan yang dihadapinya dengan elegan tanpa menimbulkan rasa sakit hati pada mitra-mitra bisnisnya.

Bagi Haji Adri saya lihat dunia bisnis dan dagang itu tidak hanya menjadi tempat mencari duit tapi juga tempat beribadah dan tempat menyalurkan hobi karena dunia dagang baginya sudah menjadi darah dan daging sejak kecil.

Anwar Abbas

Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *