BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Musyda Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Seribu Digelar, Teguhkan Ideologi dan Kepemimpinan Negarawan

71
×

Musyda Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Seribu Digelar, Teguhkan Ideologi dan Kepemimpinan Negarawan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Musyawarah Daerah (Musyda) Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Seribu resmi digelar dengan mengusung tema “Meneguhkan Ideologi dan Kepemimpinan Negarawan sebagai Suluh Peradaban Kepulauan Berkemajuan.” Kegiatan ini berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan di Gedung Mitra Praja, Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (25 April 2026).

Ketua Stering Commite Musyda PDPM Pulau Seribu, Dipo Khairul Islami, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran Pemuda Muhammadiyah di Kepulauan Seribu menjadi momentum penting bagi perkembangan organisasi.

“Alhamdulillah, hadirnya Pemuda Muhammadiyah di Kepulauan Seribu ini adalah harapan besar bagi kami. Terlebih organisasi ini telah berusia 94 tahun. Kami berharap di bawah kepemimpinan yang baru nanti, dapat memberikan sumbangsih nyata bagi umat, bangsa, dan persyarikatan,” ujarnya.

Sementara itu dalam sambutan Ketua PDM Kepulauan Seribu, Ahmad Basahil, menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Musyda perdana ini. Ia menegaskan bahwa Musyda bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi sarana konsolidasi dan evaluasi organisasi.

“Musyda ini diharapkan mampu melahirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat Kepulauan Seribu. Kami juga berharap PDPM Kepulauan Seribu dapat menjadi pelopor gerakan yang berkemajuan,” ungkapnya.

 

Senada dengan Ketua PWPM DKI Jakarta, Zulfahmi Yasir Yunan, dalam sambutannya mengajak kader Pemuda Muhammadiyah untuk tidak hanya berhenti pada gagasan, tetapi mampu mengaktualisasikannya dalam tindakan nyata.

 

“Jadilah seperti dua tangan, bukan seperti dua telinga. Kita tidak kekurangan orang pintar, tidak kekurangan orang yang memiliki ide dan gagasan yang besar, akan tetapi menjadi persoalan adalah kurangnya tindakan. Jadilah tangan yang memberi dan bergerak, bukan hanya menyimpan hanya wacana,” tegasnya.

 

Selain itu Zulfahmi juga menyoroti persoalan krisis air bersih yang berdampak pada penurunan permukaan tanah di Jakarta. Ia menyebutkan bahwa penurunan tanah terjadi sekitar 5–10 cm setiap tahunnya, yang menjadi tantangan serius bagi wilayah kepulauan dan pesisir.

 

“Pentingnya kepedulian terhadap isu lingkungan, khususnya di Jakarta dan wilayah kepulauan, seperti dampak eksploitasi tanah. Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah harus menjadi mitra strategis pemerintah dan stakeholder dalam membangun sinergi serta menghadirkan solusi nyata di Masyarakat,” ujarnya.

 

Harapannya melalui Musyda Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Seribu mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat dan bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai pihak dalam mengembangkan potensi ekonomi wilayah.

 

Dalam Musyda ini, ditetapkan tujuh orang formatur, yaitu:

 

1. Rokip Andini

2. Suroso

3. Apriansyah

4. Saiful Fahri

5. Panji Raka

6. M. Fahmi Aziz

7. Ari Pramana Saputra

 

Hasil musyawarah menetapkan Rokip Andini sebagai Ketua dan Suroso sebagai Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kepulauan Seribu.

 

Ketua PDPM Jakarta Utara, Muhammad Rizki, turut mengapresiasi terselenggaranya Musyda ini. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya Kepulauan Seribu masih berstatus sebagai cabang dari Pemuda Muhammadiyah Jakarta Utara.

 

“Sekarang telah terbentuk kepengurusan baru. Kami berharap di bawah komando Rokip Andini, Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Seribu semakin berkembang, bersinar, dan menjadi suluh peradaban kepulauan yang berkemajuan,” tuturnya.

 

Musyda perdana ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam memperkuat peran Pemuda Muhammadiyah di Kepulauan Seribu, khususnya dalam bidang sosial, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *