BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Muhammadiyah Terima Wakaf dari Mualaf, Siapkan Pusat Pembinaan Terpadu

10
×

Muhammadiyah Terima Wakaf dari Mualaf, Siapkan Pusat Pembinaan Terpadu

Sebarkan artikel ini

Kulon Progo, panjimas – Kisah inspiratif datang dari seorang mualaf di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mewakafkan tanah seluas 1.000 meter persegi untuk kepentingan pembinaan mualaf.

 

Wakaf ini menjadi simbol kuat keteguhan iman sekaligus kepedulian terhadap sesama yang tengah menapaki jalan hijrah. Penyerahan wakaf dilakukan dalam kegiatan pembinaan yang diikuti sekitar 100 mualaf pada Ahad (26/4) di Kulon Progo.

 

Momentum tersebut disaksikan oleh seperti Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional RI, Rizaludin Kurniawan, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta, yakni Ananto Isworo, Dede Haris Sumarno yang juga merupakan pengurus Badan Wakaf Indonesia, serta Subandi.

 

Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin. Dalam keterangannya, Muchamad Arifin menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah mulia yang dilakukan oleh muakif.

 

“Wakaf ini bukan sekadar penyerahan aset, tetapi cerminan keimanan yang tumbuh kuat. Ini adalah teladan nyata bahwa mualaf bukan hanya objek pembinaan, tetapi juga subjek yang mampu memberi dan menguatkan umat,” ujarnya.

 

Muakif berharap agar lahan yang diwakafkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Muhammadiyah, khususnya melalui LDK, sebagai pusat pembinaan mualaf yang berkelanjutan.

 

“Kami masih dalam proses belajar. Kami berharap tempat ini menjadi ruang untuk memperkuat iman dan menyempurnakan ibadah,” ungkapnya.

 

Ke depan, lahan tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi pusat pembinaan terpadu yang mencakup pendidikan keislaman, penguatan ibadah, serta pemberdayaan ekonomi mualaf.

 

Hal ini sejalan dengan komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan memberdayakan, khususnya bagi komunitas mualaf.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hidayah tidak hanya mengubah keyakinan, tetapi juga melahirkan keikhlasan dan keberanian untuk berbagi. Wakaf ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya pusat pembinaan mualaf yang berdampak luas bagi umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *