BeritaMUINasional

Standarisasi Da’i MUI : Rancang Bangun Peradaban Umat Melalui Dakwah

293
×

Standarisasi Da’i MUI : Rancang Bangun Peradaban Umat Melalui Dakwah

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Merancang bangun pradanan umat lewat dakwah yang meneguhkan jati diri umat agar bangsa berdaulat. Dakwah yang disampaikan para dai yang memiliki standar melalui Sertifikasi Da’i.

Sertifikasi adalah proses formal pemberian pengakuan atau jaminan tertulis oleh pihak ketiga (lembaga berwenang) yang menyatakan bahwa seorang individu telah melalui proses, atau sistem telah memenuhi standar kompetensi.

Hal ini disampaikan oleh Sekjen MUI Dr.Amirsyah Tambunan saat memberikan ceramah pada acara Standarisasi Dai angkatan 47 berlangsung di BSI Tower Gatot Subroto, Rabu (29/4/26).

Saat ini pemberian sertifikat merupakan bukti valid atas keahlian atau kepatuhan terhadap standar, namun belum menjadi standar dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kedepan MUI melalui Komisi Dakwah bertekad meningkatkan profesionalitas, kompetensi, dan etika pendakwah. Program ini memastikan dai memiliki pemahaman agama yang wasathiyah, berwawasan kebangsaan, serta menyampaikan dakwah yang ramah dan konstruktif, guna menjaga harmonisasi umat.

Saat ini Standarisasi Dai telah memiliki tujuan utama; Pertama, meningkatkan kualitas dai dan mencegah penyebaran paham menyimpang, radikal, atau ekstrem; Kedua, meningkatkan pemahaman Islam Wasathiyah (moderat), wawasan kebangsaan (Pancasila & UUD 1945),

Ketiga, fikih dakwah untuk memperkuat strategi dakwah; keempat, mewujudkan dai yang kompeten secara keilmuan, metode penyampaian, dan etika berdakwah.

Oleh karena itu MUI bertekad untuk mencetak dai berkualitas. Hingga saat ini telah melakukan 47 angkatan. Oleh karena itu Dai yang lolos standardisasi akan direkomendasikan sebagai dai berkompeten untuk mengikuti jenjang berikutnya yakni sertifikasi dai.

Sehingga dai secara profesional telah memiliki kompetensi subtantif yakni pengetahuan yang memadai untuk berdakwah. Juga kompetensi metodologi yakni kemampuan melakukan dakwah dengan berbagai metode yang efektif.

Metode dakwah lewat AI harus menjadi alat untuk mencerdasakan membangun pradaban umat, bukan sebalilnya membuat umat bodoh dan tertinggal.

Kedepan program ini sejalan dengan sertifikasi dosen yang wajib mengikuti sertifikasi. Dai MUI selama ini telah melakukan pelayanan kepada umat (himayatul ummah) melalui dakwah yang disampaikan agar dapat menyelesaikan problem umat.

“Oleh karena itu para dai yang berkompeten harus mampu merancang bangun pradaban umat dan bangsa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *