BeritaCitizenNasionalNewsOpini

Catatan Perjalanan Anwar Abbas ke Xinjiang China : 2 Suku Beragama Islam di Tiongkok

25
×

Catatan Perjalanan Anwar Abbas ke Xinjiang China : 2 Suku Beragama Islam di Tiongkok

Sebarkan artikel ini

 

 

SUKU HUI DAN UYGHUR DUA SUKU YANG BERAGAMA ISLAM DI TIONGKOK

Ada dua suku di China yang warganya banyak menganut agama Islam yaitu suku Hui dan uyghur.

A. SUKU HUI.

Suku Hui berasal dari keturunan pedagang Arab dan Persia yang datang ke Tiongkok melalui dua jalur yaitu jalur sutera biasanya mereka menetap di Chang’an dan sekitarnya dan melalui jalur laut menetap di daerah Quanzhou dan Zhangzhou di pesisir Fujian. Mereka kemudian berasimilasi dengan suku Han sejak zaman dinasti Tang dan melahirkan suku Hui.

Mereka merupakan etnis minoritas muslim terbesar di China. Warganya berjumlah sekitar 11 juta jiwa yang tersebar di seluruh Tiongkok namun umumnya mereka tinggal di wilayah barat laut China yaitu di daerah otonomi Ningxia Hui. Juga di Gansu, Qingkai dan Yunan. Secara fisik mereka mirip dengan suku Han ( Tionghoa mayoritas) begitu juga dalam hal bahasanya.

Tetapi meskipun sehari-hari mereka mempergunakan bahasa Mandarin dan berbaur dengan budaya lokal namun mereka tetap memiliki identitas yang kuat dengan menjalankan ajaran agamanya meskipun dalam hal-hal tertentu tampak muncul warna konfusianis. Laki-lakinya sering mempergunakan peci putih sementara wanitanya memakai kerudung. Mereka terkenal dengan kulinernya seperti olahan daging sapi, lamian (mi tarik) dan sate domba.

Hubungan mereka dengan pihak pemerintah cukup baik karena kemampuan mereka berasimilasi dengan pemerintah. Orang Hui biasanya memiliki nama Tionghoa dan nama Arab meskipun akhir-akhir ini mereka lebih sering menggunakan nama Tionghoanya. Suku Hui memainkan peran penting dalam menjembatani kebudayaan Islam dan Tiongkok.

Suku Hui telah menjadi pelopor dalam bidang navigasi, astronomi, militer, dan diplomasi internasional, serta memberikan kontribusi besar dalam penyebaran Islam dan pembentukan identitas kebudayaan Tiongkok yang beragam.

Suku Hui merupakan pelopor Jalur Sutra dan Perdagangan Maritim Melalui kedatangan para pedagang Arab dan Persia pada masa Dinasti Tang (618–907 M), suku Hui ini yang berperan besar dalam memperkenalkan komoditas dan teknologi dari dunia Islam kepada masyarakat Tiongkok.

Peran suku ini sangat besar dalam membangun jaringan perdagangan Jalur Sutra di darat dan jalur rempah di laut. tokoh dari suku hui ini yang sangat terkenal adalah laksamana Zheng he ( Cheng ho). Seorang Pelaut dan diplomat ulung dari Dinasti Ming. Dia memimpin tujuh ekspedisi armada raksasa.

Dia selain mampu membangun jaringan perdagangan, juga mampu meningkatkan pengaruh Tiongkok di berbagai belahan dunia bahkan Cheng ho juga dinilai sangat berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam di Asia Tenggara.  Di samping cheng ho juga ada tokoh lain dari suku Hui yang sangat terkenal yaitu Guo Shoujing yang hidup pada masa Dinasti Yuan. Dia lebih dikenal sebagai seorang ilmuwan dan astronom.

Dialah yang menyempurnakan kalender Shoushi (Kalender Musim Tanami) yang menjadi salah satu kalender paling akurat di dunia pada masanya. Suku Hui ini berhasil melakukan asimilasi budaya. Mereka sukses mengadopsi bahasa, pakaian, dan adat istiadat Tiongkok, sehingga kehadiran agama Islam dapat diterima dengan baik di Tiongkok tanpa menghilangkan identitas keagamaan mereka.

Dalam bidang seni suku hui telah melahirkan warisan unik seperti kaligrafi Tionghoa-Arab dan arsitektur masjid yang menyerupai kelenteng atau istana tradisional Tiongkok. Suku Hui pada masa dinasti Yuan dan Ming sangat menonjol dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Pengobatan.

Merekalah yang memperkenalkan ilmu kedokteran, matematika, dan astronomi Islam ke Tiongkok. Sehingga mereka dipercaya untuk mengelola Biro Astronomi Kekaisaran yang memadukan ilmu bintang dari Persia dan Arab dengan teknologi Tiongkok kuno.

B. SUKU UYGHUR.

Suku Uyghur adalah etnis minoritas Muslim berbahasa Turkik. Jumlah mereka di seluruh dunia sekitar 13,5 juta orang tetapi yang tinggal di daerah otonomi Xinjiang (dahulu disebut Turkistan Timur) sekitar 11,8 juta. Sekitar 90-95 persen dari mereka beragama Islam. Secara geografis berada di barat laut Tiongkok. Mereka merupakan rumpun suku Turkik. Secara fisik dan bahasa, mereka lebih dekat dengan ras Asia Tengah.

Mereka punya bahasa sendiri (bahasa Uighur) yang mempergunakan aksara Arab.Suku Uighur dikenal sangat menjaga identitas tradisional dan budaya mereka, yang terkadang menciptakan gesekan kultural dengan pemerintah pusat. Kebanyakan mereka beragama Islam bermazhab Hanafi.

Mereka dikenal sangat menjaga identitas tradisional dan budayanya sehingga terkadang terjadi gesekan kultural dengan pemerintah pusat akibatnya mereka sering mendapatkan pengawasan, pembatasan budaya dan tekanan politik yang ketat dari pemerintah Tiongkok.

Ketegangan budaya dan politik sering terjadi di wilayah ini, sehingga banyak disorot oleh berbagai lembaga internasional terkait isu hak asasi manusia dan asimilasi budaya. Mereka sangat terkenal dengan kekayaan seni, musik tradisional (seperti Muqam), arsitektur, dan keahlian kerajinan tangan.Suku Uyghur dikenal berjasa dalam sejarah penyebaran Islam dan perekonomian Tiongkok.

Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan posisi geografis wilayah mereka yaitu di propinsi Xinjiang yang berlokasi di wilayah barat laut Tiongkok. Wilayah ini dalam sejarah dikenal sebagai jalur utama Jalur Sutra sehingga suku Uyghur dinilai sangat besar perannya dalam menghubungkan peradaban Timur dan Barat.

Hari ini dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, di xinjiang telah dibangun Urumqi International Landport Zone ( pusat pelabuhan darat) yang terletak di Urumqi ibukota Xinjiang. Dari sinilah kereta-kereta barang dan truk-truk besar dari China akan mengangkut barang-barang dagangan mereka ke Asia Tengah, Asia Selatan, dan Eropa serta sebaliknya.

Jadi kota Urumqi di masa depan akan menjadi simpul penting jalur sutera modern, sehingga hal ini akan membuat daerah xinjiang terutama kota Urumqi menjadi salah satu pusat dan motor penggerak perekonomian dan infrastruktur modern Tiongkok terutama untuk belahan Barat dari negara yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping tersebut.

 

Anwar Abbas

Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *