BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Tiga Pilar Kemajuan Sekolah Muhammadiyah yang Belum Diketahui Orang

28
×

Tiga Pilar Kemajuan Sekolah Muhammadiyah yang Belum Diketahui Orang

Sebarkan artikel ini

Banyuwangi, panjimas – Dalam rangkaian kunjungannya pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di Banyuwangi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, didampingi Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, bertemu dengan jajaran Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi.

 

Pertemuan yang digelar di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi tersebut turut melibatkan sepuluh kepala sekolah Muhammadiyah. Dalam kesempatan itu, Mu’ti menyampaikan pesan strategis bagi kemajuan lembaga pendidikan Muhammadiyah di daerah tersebut.

 

Ia menekankan pentingnya memperhatikan tiga hal krusial dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

 

Pertama, terkait tata kelola konflik. Menurutnya, perbedaan dalam pengelolaan lembaga pendidikan merupakan hal yang wajar, namun harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi penghambat kemajuan.

 

“Dalam pengelolaan lembaga pendidikan tentu akan ada konflik atau perbedaan. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat menghambat kemajuan lembaga,” ujar Mu’ti, Sabtu (2/5).

 

Kedua, Mu’ti mengingatkan agar lembaga pendidikan menjauhi praktik korupsi. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dapat merusak kepercayaan publik sekaligus melemahkan sistem pendidikan.

 

Ketiga, ia menyoroti pentingnya keterbukaan terhadap perubahan. Sikap tertutup terhadap kritik, saran, maupun inovasi dinilai akan membuat lembaga pendidikan tertinggal.

 

“Jika tiga hal ini menjadi pegangan bersama, maka lembaga pendidikan Muhammadiyah, khususnya di Banyuwangi, akan tumbuh secara sehat, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” jelasnya.

 

Menutup penyampaiannya, Mu’ti memberikan motivasi kepada para pengelola pendidikan Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa hakikat pendidikan adalah proses yang dijalankan dengan ketulusan dan kasih sayang.

 

“Pendidikan merupakan proses menemukan dan mengembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Karena itu, inti pendidikan adalah memuliakan manusia, dan sekolah Muhammadiyah harus terus menjaga komitmen tersebut,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *