BeritaMuhammadiyahOpini

Khidmat Muhammadiyah untuk Bangsa

19
×

Khidmat Muhammadiyah untuk Bangsa

Sebarkan artikel ini

 

Oleh : Arif Yudistira Aktivis JIMM, pegiat Sarekat Taman Pustaka Muhammadiyah, pendidik di PPM MBS Yogyakarta

 

Muhammadiyah selalu punya tempat di hati para pemimpin bangsa ini. Bung Karno mengatakan, “Makin lama saya makin cinta Muhammadiyah.” Soeharto pada muktamar 37 tahun lalu di Surakarta mengatakan, “Siapa tak kenal Muhammadiyah?”

Sementara itu, Jokowi dalam Milad Muhammadiyah menyampaikan, “Muhammadiyah tak kenal lelah membangun, berkiprah untuk bangsa, dan berkontribusi untuk negeri,” sedangkan Presiden Prabowo dalam sambutannya di tanwir dan resepsi milad ke-112 Muhammadiyah di Kupang mengatakan, “Kader Muhammadiyah ada di mana-mana, di kanan, kiri, dan tengah.”

Kisah perjalanan Muhammadiyah memang kerap mengundang decak kekaguman. Bagi kalangan di luar Muhammadiyah, tidak jarang muncul pertanyaan penuh takjub: bagaimana mungkin sebuah organisasi masyarakat mampu membangun begitu banyak amal usaha, dari pendidikan hingga kesehatan, dari ekonomi hingga pelayanan sosial? Pertanyaan tersebut wajar sebab Muhammadiyah bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan juga gerakan peradaban.

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam tercatat dalam jajaran 10 besar organisasi keagamaan terkaya di dunia menurut catatan Seasia Stats. Catatan dan kiprah kebangsaan Muhammadiyah itu tidak pernah membuat Muhammadiyah jemawa, membanggakan diri, apalagi membusungkan dada. Asetnya yang melimpah di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial justru mengukuhkan adagium sekaligus jargon Muhammadiyah, ‘dikritik tidak tumbang, dipuji tidak terbang’.

Gerakan Muhammadiyah justru identik dengan falsafah Jawa, rawe-rawe rantas, malang-malang puntung, yang artinya bekerja sama, bergotong royong menyingkirkan hambatan yang menghalangi tujuan. Karena itulah, orang yang berniat dakwah di Muhammadiyah karena menginginkan sesuatu umumnya tidak bertahan lama.

Muhammadiyah menjadi besar seperti sekarang karena mengusung semangat ‘tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah’. Muhammadiyah selalu menunjukkan semangat memberi dan terdepan sehingga banyak gerakan wakaf muncul dari kesadaran anggotanya untuk kepentingan umat.

Gerakan kedermawanan atau gerakan filantropi itu sudah jauh digaungkan dan dicontohkan pendirinya, Kiai Haji Ahmad Dahlan, dan terus menggema sampai sekarang. Kiai Dahlan bahkan mewakafkan hampir setiap bagian rumahnya. Ruang rumahnya habis untuk rumah arsip dan buku kala itu, sebagian rumahnya untuk sekolah. Hampir tidak ada ruang pribadi di rumahnya karena hampir setiap harinya sibuk untuk dakwah.

 

Muhammadiyah tidak suka unjuk gigi, tetapi lebih suka aksi yang berdampak nyata bagi masalah kebangsaan dan masalah sosial. Gerakan dan jihad keagamaannya tidak pernah terlepas dari gerakan kebangsaan. Konsep itu sejalan dengan yang sering dikatakan Allahuyarham Buya Syafii Maarif yang sering mengatakan jihad Muhammadiyah harus mengutamakan kepentingan kebangsaan, kepentingan umat, baru kepentingan persyarikatan. Jika kepentingan bangsa didahulukan, otomatis kepentingan umat dan persyarikatan dapat digapai.

POLITIK, EKONOMI, DAN PENDIDIKAN

Dalam konteks sosiopolitik kebangsaan, Muhammadiyah memang tidak ingin terjebak dan terperosok dalam jebakan politik praktis. Meski tidak langsung terlibat dalam politik praktis secara langsung, Muhammadiyah tidak pernah absen dalam politik kebangsaan. Dalam ranah konsitusi misalnya, Muhammadiyah terus mendorong dan menjadi inisiator dalam gerakan ‘jihad konstitusi’. Banyak undang-undang bermasalah yang merugikan kepentingan rakyat digugat ke Mahkamah Konstitusi oleh Muhammadiyah. Selain itu, Muhammadiyah turut serta berpartisipasi dan merumuskan agenda mengegolkan undang-undang yang memiliki dampak terhadap kemaslahatan umat dan bangsa. Jihad konstitusi itu penting karena memiliki dampak langsung yang berhubungan dengan kepentingan rakyat.

 

Muhammadiyah juga terus dan selalu mendorong demokratisasi di negeri ini dengan menciptakan pemilu yang sportif, adil, dan transparan. Dengan demikian, nilai-nilai demokrasi tetap dipegang teguh untuk mewujudkan cita-cita luhur negeri ini. Suksesi kepemimpinan nasional yang jujur, adil, dan transparan akan mendorong terwujudnya cita-cita bangsa ini yang bersih dari korupsi dan politik rente yang merusak demokrasi.

Dalam bidang ekonomi, Muhammadiyah sudah membentuk jaringan Saudagar Muhammadiyah serta jaringan petani, nelayan, sampai dengan lingkup ekonomi terkecil di tingkat ranting untuk mewujudkan kemandirian ekonomi. Membangun kesejahteraan warganya dari tingkat ranting hingga pusat menjadi perhatian yang terus dilakukan Muhammadiyah demi membebaskan dan memberantas kemiskinan.

Sebagai sebuah gerakan ekonomi umat, Muhammadiyah memang perlu membangun sendi-sendi koperasi. Jika koperasi Muhammadiyah itu muncul dan kuat dari tingkat bawah hingga pusat, Muhammadiyah setidaknya akan menjadi tumpuan dan harapan bagi masyarakat kita. Dengan begitu, pilar ekonomi Muhammadiyah benar-benar menjadi benteng saat bangsa ini menghadapi terpaan krisis global.

Aset Muhammadiyah dalam bidang ekonomi seperti Tokomu, Suryamu, dan Bulogmu juga menjadi gerakan sektor ekonomi riil dan sirkular patut terus didorong dan dikembangkan. Itu penting karena dengan ekonomi sirkular itulah roda ekonomi dapat kukuh, kuat, dan menghidupi dakwah di kalangan akar rumput.

 

Dalam bidang pendidikan, meski Muhammadiyah sudah memiliki ribuan sekolah dari tingkat SD sampai SMA/K, Muhammadiyah perlu menguatkan identitas sekolah Muhammadiyah dari level sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Sekolah Muhammadiyah tidak boleh hanya menjadi pemenang dalam gedung dan fasilitas untuk memproses talenta unggul siswanya. Muhammadiyah juga harus menjadi terdepan dalam peringkat TKA dari level SD sampai SMA/K. Kita turut bangga, pada level SMA, SMA Progam Khusus Kottabarat Surakarta masih menempati 189 secara nasional meski di kalangan internal sekolah Muhammadiyah di Indonesia menempati peringkat teratas.

 

Sekolah Muhammadiyah telah terbukti unggul dalam membentuk karakter peserta didik, melahirkan generasi berintegritas, berakhlak, dan berdaya juang. Namun, keunggulan itu tidak boleh berhenti pada ranah moral semata. Muhammadiyah dituntut melompat lebih jauh; menjadi pelopor dalam prestasi akademik yang terukur, kompetitif, dan berkelas global.

 

Di jenjang perguruan tinggi, kontribusi berbagai jurusan dan program studi Muhammadiyah dalam membangun sumber daya manusia tidak dapat dipandang sebelah mata. Akan tetapi, tantangan ke depan menuntut lebih dari sekadar output lulusan; ia meniscayakan lompatan kualitas dalam riset dan inovasi. Kampus Muhammadiyah perlu merumuskan desain penelitian yang tidak hanya produktif secara kuantitatif, tetapi juga berdampak nyata bagi kepentingan kebangsaan dan kemanusiaan. Pandangan ‘scopus oriented’ yang cenderung mengejar indeksasi semata sudah saatnya diredefinisi menuju ‘kebangsaan oriented’, yakni riset yang berpijak pada problem riil masyarakat dan menawarkan solusi konkret. Dengan demikian, kritik yang dilontarkan kader Muhammadiyah sekaligus peneliti BRIN, Ahmad Najib Burhani, mengenai maraknya publikasi yang melangit, tetapi minim kebermanfaatan, dapat dijawab secara elegan melalui karya-karya ilmiah yang substantif, transformatif, dan kontributif bagi peradaban.

 

ETOS PRODUKTIF

Muhammadiyah pada abad kedua ini memang sedang merancang bagaimana etos produktifnya lebih dirasakan manfaatnya kepada jemaahnya secara khusus dan bangsa ini secara umum. Kristalisasi gagasan itu sudah termaktub dalam Risalah Islam Berkemajuan yang menjadi filosofi gerakan di abad kedua ini. Dalam RIB (Risalam Islam Berkemajuan) tertulis, ‘mewujudkan kesejahteraan bangsa adalah perwujudan dari nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam’. Kerja-kerja Muhammadiyah di lintas bidang itu tidak hanya menunjukkan bahwa setiap potensi kader Muhammadiyah layak diwadahi, tetapi juga menunjukkan semua elemen bangsa memiliki hak turut serta membangun bangsa ini di bidang yang dikuasai masing-masing.

 

Etos produktif Muhammadiyah menemukan manifestasinya secara nyata dalam lanskap kebangsaan dan kemanusiaan. Pada masa pandemi covid-19, jaringan rumah sakit Muhammadiyah, para tenaga kesehatan, serta relawan tampil di garda terdepan, bahu-membahu dalam gotong royong nasional menghadapi krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dedikasi tersebut tidak hanya bersifat temporer, tetapi berbuah pengakuan global. Pada 2025, World Health Organization (WHO) menetapkan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sebagai emergency medical team (EMT) yang terverifikasi secara internasional, sebuah legitimasi atas kapasitas, profesionalitas, dan daya tanggap kemanusiaan Muhammadiyah di level dunia.

 

Di ranah pendidikan tinggi, Muhammadiyah juga menunjukkan daya adaptasi yang progresif dalam merespons disrupsi teknologi. Kehadiran Universitas Sibermu menjadi penanda penting transformasi tersebut. Sebuah institusi yang mengusung sistem pembelajaran jarak jauh sekaligus berfokus pada pengembangan ekosistem digital dan dunia siber. Langkah itu menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak sekadar mengikuti arus zaman, tetapi juga berupaya menjadi pelopor dalam membentuk masa depan pendidikan.

 

Pada sektor ketahanan dan keamanan, kontribusi Muhammadiyah juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Melalui inovasi yang lahir dari Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Muhammadiyah turut ambil bagian dalam pengembangan teknologi strategis bangsa. Rudal Cirnov yang dikembangkan menjadi bukti konkret bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah mampu menembus batas-batas riset aplikatif. Dengan dukungan teknologi kamera inframerah, rudal itu memiliki kemampuan untuk mengunci dan mengejar target secara mandiri setelah diluncurkan. Itu merupakan sebuah lompatan signifikan dalam kemandirian teknologi pertahanan nasional.

 

Muhammadiyah juga merencanakan akan memulai membangun pabrik cairan infus di Mojokerto pada Mei 2026. Inovasi dan kerja Muhammadiyah di bidang kesehatan itu dilakukan untuk menopang kemandirian rumah sakit Muhammadiyah-Aisyiah di seluruh Indonesia.

 

Muhammadiyah, pada akhirnya, memang identik dengan etos kerja yang tak kenal lelah. Spirit itu berakar kuat dari pesan Kiai Haji Ahmad Dahlan: “Ojo kesel anggonmu nyambut gawe kanggo Muhammadiyah (jangan pernah lelah bekerja untuk Muhammadiyah)”. Pesan sederhana tetapi sarat makna itu menjelma menjadi energi kolektif yang menggerakkan kader-kader Muhammadiyah lintas generasi. Mereka meyakini bahwa setiap ikhtiar untuk membesarkan Muhammadiyah sejatinya ialah bagian dari kerja besar memajukan dan memakmurkan bangsa.

 

SPIRIT KEBERSAMAAN

Dalam kerja-kerja kemasyarakatan dan kebangsaan, Muhammadiyah tidak pernah merasa bekerja sendirian. Muhammadiyah selalu menggandeng pemerintah sebagai pemegang kekuasaan untuk bersama bekerja membangun bangsa ini. Muhammadiyah selalu mendukung program pemerintah dan tidak pernah melakukan oposisi. Dalam menjaga demokratisasi berjalan dengan maksimal, Muhammadiyah terus-menerus memberikan masukan dan kontribusi penting dalam menggapai cita-cita kebangsaan. Itulah mengapa terkadang spirit kebersamaan itu sering disalahtafsirkan sebagian kalangan.

 

Muhammadiyah, meski selalu bergandeng tangan dengan pemerintah, hampir selalu menjaga jarak dengan pemerintah. Artinya, Muhammadiyah tetap berada dalam koridor dan bekerja demi kepentingan bangsa dan kemanusiaan. Selain itu, Muhammadiyah selalu bekerja sama dengan elemen masyarakat dan organisasi sipil lainnya dalam mewujudkan kebersamaan dan cita-cita luhur bangsa ini.

 

Dalam bidang pendidikan dan kesehatan, Muhammadiyah mengukuhkan diri sebagai organisasi Islam yang memiliki 163 perguruan tinggi Muhammadiyah-Aisyiah (PTMA) dan 129 rumah sakit Muhammadiyah-’Aisyiah (RSMA). Dengan perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah, Muhammadiyah memecahkan rekor sebagai kampus yang memiliki fakultas kedokteran terbanyak di dunia.

Dengan kerja-kerja sunyi dan nyata itulah, Muhammadiyah tidak hanya mengukuhkan diri sebagai gerakan Islam, tetapi juga sebagai gerakan yang tiada lelah berkhidmat untuk kepentingan bangsa dan kemanusiaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *