BeritaMUINasionalNews

Sekjen MUI kepada LPPOM : Perkuat Kinerja untuk Peningkatan Akselerasi Halal di Indonesia

88
×

Sekjen MUI kepada LPPOM : Perkuat Kinerja untuk Peningkatan Akselerasi Halal di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas – Mengawali sambutan di acara “Employee Gathering LPPOM” Sekjen MUI, buya Amirsyah Tambunan membacakan sebuah pantun sebagai berikut

Family Gathering ke Jogjakarta

Jangan lupa beli oleh-oleh Bakpia

Mari kita perkuat Kerjasama secara seksama

Agar LPPO tetap Jaya

 

Selanjutnya Sekjen MUI menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kebersamaan seluruh insan LPPOM Group dengan harapan agar semangat yang dibangun melalui Employee Gathering dapat menjadi penyemangat kinerja lembaga pengawasan obat dan makanan halal itu.

Is a company-organized, non-work event designed to build teamwork, reduce stress, and improve communication among staff members. Popular formats include outbound games, annual dinners, and casual lunch get-togethers.

Kegiatan itu sendiri mengangkat tema: “Grow with values” tumbuh bersama nilai-nilai” tentu menjadi energi dan kekuatan baru untuk mewujudkan kinerja lembaga dan pencapaian LPPOM Group di tahun 2026.

Hal itu disampaikan Sekjen MUI dalam acara Employee gathering di tepi pantai “HeHa Bukit Gamping” di Yogyakarta Jumat (7/8 2026).

Ikhtiar LPPOM Group untuk terus bertumbuh melalui kegiatan ini dengan tema Grow with Value, untuk memperkuat nilai organisasi IHSAN Integritas: Menjaga kejujuran dan transparansi dalam setiap tindakan serta keputusan.Handal: Profesional dan kompeten dalam menjalankan tugas pemeriksaan dan audit halal.

Kerja sama yang kuat antardivisi maupun dengan pihak pemangku kepentingan. LPPOM harus terus antusias berinovasi guna menjawab tantangan dan peluang sertifikasi halal. Selalu mengembangkan cara baru yang lebih baik untuk melayani masyarakat dan menomor satukan pelanggan.

Tentu nilai ini sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan dan peluang ke depan. Buya Amirsyah yang juga sekretaris Dewan Pengawas LPPOM mengajak agar seluruh insan LPPOM Group memanfaatkan momen recharge reconnect” yakni kegiatan berupa jeda atau rilek demi kesehatan mental dengan menggunakan layanan untuk mengikuti program kebugaran (wellness) dalam rangka mempererat kolaborasi, mengisi kembali energi dan semangat, serta membangun motivasi baru agar mampu memberikan kontribusi terbaik bagi LPPOM.

Hal ini penting untuk menegaskan bahwa setiap individu perlu meningkatkan inisiatif, kontribusi, dan kinerja, sehingga tercipta employee engagement adalah ikatan emosional, komitmen, dan rasa kepemilikan yang dimiliki seorang karyawan terhadap pekerjaan dan perusahaan tempatnya bekerja agar berdampak pada pencapaian target LPPOM.

“Kami dari jajaran Dewas terus mendorong agar LPPOM melakukan sinergi lintas fungsi dan penyamaan arah seluruh unit dalam mendukung implementasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2026, khususnya melalui penguatan service excellence dan diferensiasi layanan untuk memperkuat dan mempercepat (akselerasi) kenerja LPPOM,”tandasnya.

 

Memperluas Akselerasi Produk Halal.

Target perluasan dan percepatan (akselerasi) halal di Indonesia saat ini MUI terus mendorong agar 80 hingga 90 persen pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) memiliki sertifikat halal. Kontribusi ekonomi dari produk halal saat ini tercatat baru dihasilkan oleh sekitar 6 hingga 10 persen total pengusaha UMKM yang sudah tersertifikasi.

Artinya upaya mempercepat atau akselerasi dan memperluas spektrum halal di Indonesia sangat besar. Ini berarti memperluas jangkauan halal dari hulu ke hilir masih sangat besar, mulai dari yang kita makanan dan minuman, pakai seperti pakaian, kosmetik, obat-obatan, jasa keuangan, pariwisata, hingga logistik, guna memenuhi kebutuhan gaya hidup muslim secara global di berbagai belahan dunia.

Perluasan sektor halal yang di maksud seperti; pertama, barang gunaan berupa pakaian (fashion muslim), alas kaki, dan aksesoris dari bahan yang suci dan wajib halal pada bulan oktober 2026.

Semua pemangku kepentingan telah masuk pada fase wajib halal oktober (WHO) 2026. Semua produk kecantikan & kesehatan, kosmetik, produk perawatan kulit (skincare), obat-obatan, dan suplemen bebas bahan haram; kedua, jasa dan layanan sektor pariwisata halal, ramah muslim, logistik khusus halal, perhotelan.

Hingga jasa penyembelihan, ketiga, keuangan syariah meliputi perbankan, investasi, dan asuransi yang bebas dari unsur riba, gharar, dan maisir merupakan ekosistem halal yang harus di menjadi kekuatan dalam memperluas pasar halal yang dapat dipertanggung jawabkan secara syar’i dan secara adminstratif sesuai proses dan prosedur yang berlaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *