BeritaMuhammadiyahNasionalNews

Sambangi Posko Muhammadiyah di Muktamar ke-35 NU, Haedar Nashir: Wujud Nyata Ukhuwah dan Saling Melayani

16
×

Sambangi Posko Muhammadiyah di Muktamar ke-35 NU, Haedar Nashir: Wujud Nyata Ukhuwah dan Saling Melayani

Sebarkan artikel ini

 

JOMBANG, panjimas – Di sela menghadiri Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir kunjungi Posko Muhammadiyah.

 

Posko Muhammadiyah didirikan oleh keluarga Muhammadiyah Kabupaten Jombang untuk melayani Muktamirin, maupun masyarakat umum selama agenda Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

 

Dalam kunjungan itu, Haedar mencicipi hidangan berupa bakso daging sapi yang disediakan oleh panitia. Menurutnya, rasanya gurih, segar, dan rasa daging di baksonya dominan. Kuah hangat dan membuat melek.

 

“Rasanya sangat layak untuk dinikmati, saya merasa cocok dengan rasanya. Perlu ditambah bakmi,” kata Haedar.

 

Sebagai informasi, panitia menyiapkan 10.000 porsi bakso dan mie telur rebus gratis untuk siapapun yang berkunjung ke Posko Muhammadiyah, yang hanya berjarak kurang lebih 500 meter dari lokasi pembukaan Muktamar ke-35 NU.

 

Selain itu, Haedar juga sempat berbincang mengenai layanan kesehatan yang diberikan Muhammadiyah Jombang untuk jemaah Nahdliyin yang menghadiri Muktamar NU di Jombang mulai 27 hingga 31 Agustus 2026 ini.

 

“Dengan pelayanan ini kita merajut silaturahmi, sekaligus mendukung kesuksesan pelaksanaan Muktamar dari saudara-saudara kita NU. Sukses selalu, semangat selalu, dan inilah Muhammadiyah, selalu melayani dan berukhuwah dengan siapa saja,” katanya.

 

Sementara itu, terkait agenda Muktamar ke-35 NU, Haedar berharap agenda ini berjalan lancar, serta menghasilkan keputusan yang maslahat bukan hanya untuk NU, tapi juga umat, bangsa, dan ranah global.

 

Haedar menambahkan, NU punya pengalaman yang bagus dalam hal merawat ukhuwah, oleh karena itu Muktamar ke-35 NU menjadi jalan menciptakan persaudaraan atau ukhuwah yang melintas.

 

“Saya yakin dengan kita menciptakan ukhuwah yang autentik, kita akan lebih kuat sebagai bangsa. Dan yang terakhir, mari bareng-bareng NU, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa menjadi pilar yang memajukan Indonesia,” imbuhnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *