MuhammadiyahNasionalNews

Pelatihan Seru Aisyiyah Sidoarjo: Jadi Jurnalis Sehari, Pembicara Percaya Diri

33
×

Pelatihan Seru Aisyiyah Sidoarjo: Jadi Jurnalis Sehari, Pembicara Percaya Diri

Sebarkan artikel ini

Jakarta, panjimas — Dinginnya ruangan pelatihan karena air conditioner (AC) terasa hangat, ketika moderator acara membakar semangat para peserta dengan yel-yel atraktifnya.

Di hari tasyrik ketiga itu, ibu-ibu Aisyiyah dari 18 cabang se-Sidoarjo hadir dalam “Pelatihan Kepemimpinan dalam Membentuk Pemimpin Perempuan yang Kapabel”. Kurang lebih sebanyak 120 peserta hadir di aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sidoarjo, Senin (9/5/25).

Usai sambutan-sambutan, pemateri pertama Darul Setiawan, redaktur Tagar.co, menyampaikan materi “3600 Detik Jadi Jurnalis”.

Di awal penyampaian, dia mengaku kehadirannya seperti “menggarami air laut”. Hal tersebut dikatakannya, karena para peserta yang hadir di pelatihan kali ini memang sering menulis berita. “Maka, saya di sini sebagai fasilitator dan sama-sama belajarnya,” ungkapnya merendah.

Beberapa materi disampaikan Darul antara lain, sikap seorang jurnalis yang harus berani bertanya.

“Pertanyaan yang disampaikan juga harus relevan dengan topik berita yang akan ditulis,” urainya. Selain itu, lanjut dia, ibu- ibu atau penulis harus cerdas, yakni dengan banyak bacaan yang dibaca sebagai bahan tulisan.

Darul juga menambahkan, jika berita yang ditulis harus berupa fakta dari pengamatan atau hasil wawancara. “Maka, jangan menulis dengan kalimat terlalu panjang, nanti malah kacau. Tulisan dinilai berhasil jika selesai ditulis, mudah dipahami para pembaca,” paparnya.

Usai penyampaian materi, tugas menulis satu alinea selama lima menit pun diberikan. Serbuan kiriman tulisan narasi maupun deskripsi memenuhi grup WA. Usai terkumpul, terpilihlah empat tulisan terbaik dan mendapatkan hadiah buku.

Pelatihan Public Speaking
Sementara materi kedua bertema “Transform Your Speaking Skills for the Digital Age”, disampaikan Istiqomah, M.Med.Kom. Komunikasi verbal, bahasa tubuh, artikulasi dan memahami audiens amat penting dikuasai dalam public speaking.

“Bahasa tubuh yang efektif, postur tubuh, posisi kepala dan gerak tangan juga diperhatikan, di samping teknik vokal. Tentunya pesan terstruktur dan persiapan yang matang juga amat dibutuhkan,” ungkapnya.

Sebelum pelatihan ditutup, ibu-ibu Aisyiyah mengumpulkan video menarik sebagai hasil pelatihan public speaking. Harapannya, bekal keterampilan itu bisa jadi acuan saat memimpin di cabang maupun ranting masing-masing.

Salah satu video menarik adalah milik Nur Hasanah. Dia mengingatkan hal-hal yang sebaiknya dilakukan saat menikmati liburan tasyrik, yakni tetap beribadah dan berzikir sambil menyantap hidangan Iduladha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *